Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir

- Editor

Jumat, 10 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir. (Pelopor.id/Kemenko Marves)

Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir. (Pelopor.id/Kemenko Marves)

 

Pelopor.id | Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Perkotaan dan Sumber Daya Air Kemenko Marves kembali melaksanakan koordinasi dan kunjungan kerja untuk meninjau infrastruktur dan bangunan pantai di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (8-9-2021).

“Kami dari Kemenko Marves ingin mendengar progresnya, apa saja yang sudah dilakukan dan kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga bila terdapat permasalahan yang sifatnya lintas institusi, kami nantinya akan mengoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” tutur Kepala Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pantai, Suraji saat melakukan rapat koordinasi di Kantor Bapperlitbangda Brebes, Jawa Tengah.

“Yang tidak bisa ditawar terjadinya pak ini terkait perubahan alam dan iklim meliputi abrasi dan akresi. Nah ini menyebabkan perubahan pada garis pantai.”

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperlitbangda) Kabupaten Brebes, Edy Kusmartono melaporkan kondisi dilapangan.

Menurutnya, kawasan pesisir Brebes berdasarkan tingkat kerentanan yang menunjukan tingkat kerentanan yang paling tinggi yaitu berada di wilayah Kecamatan Losari dan Kecamatan Brebes.

“Ini adalah kondisi eksisting saat ini yang tingkat abrasinya tinggi Pak,” ungkap Edy

Edy mengungkapkan, rencana yang akan dilakukan untuk pengembangan kawasan pesisir Brebes di antaranya pembangun pelabuhan pengumpan (lokal maupun regional), pembangunan pelabuhan perikanan, pembangunan kawasan ekonomi mangrove, Kawasan Pendukung Industri (KPI), dan Kawasan Industri Brebes (KIB).

“Untuk yang terakhir, mengenai KIB harapannya semakin menipis kami sudah lebih 24 kali membahas dalam pertemuan namun belum ada kejelasan tindaklanjutnya,” tegasnya.

Selanjutnya Edy menegaskan, dalam pengembangan kawasan pesisir ada permasalahan lingkungan yang terjadi seperti perubahan alam dan perubahan iklim, serta dari aktifitas manusia.

Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir
Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir. (Pelopor.id/Kemenko Marves)

“Yang tidak bisa ditawar terjadinya pak ini terkait perubahan alam dan iklim meliputi abrasi dan akresi. Nah ini menyebabkan perubahan pada garis pantai,” ucapnya.

Baca Juga :   Bocoran Nama Calon Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli dari Komisi III DPR

Untuk permasalahan yang ditimbulkan dari aktifitas manusia, seperti penurunan permukaan tanah. Dampak yang sering dirasakan adalah musibah banjir rob yang kini sering terjadi.

“Jadi semula ditahun sebelumnya banjir rob terjadi 2 kali setahun, namun sekarang bisa 4 hingga 6 kali. Rob nya juga cukup tinggi. Dan surutnya juga lama bisa sampai 3 hari baru surut,” sebutnya.

Mendengar hasil laporan tersebut dan untuk melihat kondisi di lapangan, Tim Kemenko Marves mengunjungi Desa Randusanga, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Di sana terlihat kondisi setelah banjir rob surut, jalan desa masih tergenang, belum lagi ratusan hektar tambak warga rusak karena terendam.

Melihat hal ini, Suraji mengatakan semua pihak yang terkait seperti KKP, PUPR, KLHK, dan yang lain perlu lebih bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan ini. selanjutnya, Pemkab dapat membentuk Tim Terpadu untuk Koordinasi Pengamanan Pesisir Brebes.

“Semua pihak harus lebih bersinergi, kerja bersama-sama untuk menyelesaikannya. Intinya kawasan yang telah diprioritaskan untuk pembangunan nasional, harus terus dilaksanakan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” kata Suraji.

Sebelumnya, Tim Kemenko Marves juga mendatangi Desa Mangrove Pandansari, Kaliwlingi, dimana masyarakatnya bangkit dari bencana abrasi dan membangun kembali wilayah dan lingkungan tempat tinggalnya dengan mengamankan pesisir kawasan pantai dengan penanaman mangrove. Selain mangrove, pengamanan pantainya juga dilakukan dengan karung geotekstil memanjang.

Desa Kaliwlingi kini menjadi desa percontohan dengan ekosistem mangrove yang tumbuh subur, bahkan telah berkembang sebagai kawasan wisata yang menggerakan ekonomi masyarakat.

Kisah ini pun diangkat dalam film seri ‘Mangi-Mangi’. Film yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pentingnya ekosistem mangrove. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB