Kondisi Membaik, Menko Luhut: “Patut Kita Syukuri, Walaupun Bukan Euforia”

0
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono melakukan jumpa pers virtual bersama pada Senin, (06/09/2021). (Foto: Pelopor/Kemenko Marves)

Pelopor.id | Jakarta – Setelah beberapa waktu menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pandemi Covid-19 semakin terkendali di Indonesia. Untuk membahas lebih rinci tentang perkembangan penanganan Covid-19, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono melakukan jumpa pers virtual bersama pada Senin, (06/09/2021).

“Momentum ini patut kita syukuri. Walaupun begitu, ini bukan euforia yang harus dirayakan,” sebut Menko Luhut dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa dari 25 kabupaten/kota yang ada pada level 4, sekarang hanya tersisa 11 kabupaten/kota. Kemudian menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di luar Pulau Jawa, perpanjangan level 4 dilakukan di 23 kabupaten/kota, dari yang sebelumnya diterapkan di 34 kabupaten/kota.

Baca juga: Luhut kepada Kontras dan Haris Azhar: Kalau Salah Minta Maaf Tak Perlu Gengsi

Melihat kondisi yang makin membaik, pemerintah pun melakukan tiga penyesuaian kebijakan, khusus di wilayah Jawa-Bali. Pertama, melonggarkan waktu makan di restoran selama 60 menit, dengan kapasitas tempat 50 persen. Kedua, akan dilakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di kabupaten/kota yang ada di level 3. Ketiga, akan ujicoba protokol kesehatan dan Aplikasi PeduliLindungi untuk mall dan pusat perbelanjaan di Bali dengan batasan tertentu.

Baca juga: Menko Airlangga: Pengusaha Wanita Percepat Pemulihan Ekonomi

Kemudian, soal strategi untuk mengendalikan Pandemi Covid-19, Menko Luhut mengungkapkan adanya 3T (Testing, Tracing dan Treatment), percepatan cakupan vaksinasi bagi masyarakat serta penerapan protokol kesehatan. Selain itu, Luhut juga menegaskan bahwa penanganan pandemi harus terus merujuk pada data, ilmu pengetahuan, dan teknologi terbaru. Eksekusinya pun dilakukan secara bertahap, berlanjut, dan terpadu.

Menko Perekonomian Airlangga menyebutkan bahwa vaksinasi sudah dilakukan terhadap 106 juta penduduk, dan diperlukan percepatan vaksinasi supaya jumlah penambahan kasus tidak kembali meningkat tajam. “Untuk saat ini, akselerasi vaksinasi menjadi fokus utama pemerintah, terlebih bagi lima kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON),” kata Airlangga. []