Menperin: Industri Beroperasi Penuh Wajib Gunakan PeduliLindungi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Pelopor/Humas Setkab)

Pelopor.id | Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerbitkan Surat Edaran (SE) Menperin Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menperin Nomor 3 Tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) Pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19. Penerbitan SE ini sebagai wujud komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19 di lingkungan industri dan kawasan industri.

Menperin Agus Gumiwang menjelaskan, pada SE ini terdapat penambahan ketentuan mengenai hak akses penggunaan aplikasi PeduliLindungi. “Hak akses penggunaan aplikasi PeduliLindungi dapat diberikan kepada perusahaan industri atau perusahaan kawasan industri yang mendapat rekomendasi dari Kemenperin,” kata Agus, seperti dikutip dari laman resmi Kemenperin, Jumat (03/09/2021). 

Baca juga: Kemenperin Sediakan 9.000 Sertifikat TKDN Gratis

Bacaan Lainnya

Untuk mendapatkan rekomendasi itu, perusahaan industri atau perusahaan kawasan industri mengajukan permohonan secara elektronik melalui portal SIINas (siinas.kemenperin.go.id) sesuai pedoman pengajuan permohonan. “Persyaratannya, perusahaan industri atau perusahaan kawasan industri harus memiliki IOMKI yang masih aktif,” tegas Menperin.

Agar IOMKI tetap aktif, SE mengatur perusahaan industri dan kawasan industri wajib menyampaikan laporan pelaksanaan operasional dan mobilitas kegiatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara berkala sekali seminggu, setiap Jumat. Aturan ini mulai berlaku 10 September 2021. 

Baca juga: Kemenperin: Industri Pengolahan Porang Patut Jadi Prioritas

Melalui SE ini, Menperin Agus Gumiwang juga kembali menegaskan kepada manajemen perusahaan untuk membentuk satuan tugas COVID-19, menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan, serta menyusun panduan pengaturan masuk dan pulang kerja, pergantian sif, istirahat, kegiatan ibadah, makan, dan kegiatan lainnya. Selain itu, perusahaan wajib aktif melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment). 

Baca Juga :   Kemenperin Apresiasi Industri Pengolahan Buah RI Tembus Pasar AS - Korsel

Sedangkan, para pekerjanya tetap menerapkan protokol kesehatan di area pabrik yang mencakup 6M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan disinfektan, menjaga jarak, menjauhi dan mencegah terjadinya kerumunan, menghindari makan bersama, serta mengurangi pergerakan yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas pekerjaan. []

Pos terkait