Analisa Pasangan Potensial Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024

0
Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024
Prediksi Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024, Dr. Zulkieflimansyah (kiri atas), H.M.Sukiman Azmy (kanan atas), Indah Dhamayanti Putri (kanan bawah) – Dr. Sitti Rohmi Djalillah (kanan bawah). (Foto: Pelopor.id/Wikipedia)

Pelopor.id | Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah serentak akan dilaksanakan tahun 2024. Meski masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama sudah mulai di gembar-gemborkan akan bertarung di pesta demokrasi tersebut.

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pengamat menjagokan beberapa tokoh untuk tampil memperebutkan kursi pimpinan nomor satu di daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata ini.

Tokoh-tokoh tersebut seperti H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin dan Lalu Pathul Bahri – H.M. Syafruddin.

• Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri

Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri.
Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa daerah masing-masing. Sukiman Azmi dijagokan untuk unggul dengan kekuatannya sebagai Bupati Lombok Timur dua Periode.

Lombok Timur sendiri, merupakan daerah yang memiliki basis pemilih terbesar di NTB. Jumlah pemilih di daerah tersebut mencapai 875.279 orang berdasarkan data KPU tahun 2018 atau lebih dari seperempat dari seluruh pemilih di Provinsi NTB.

Sukiman Azmy yang sampai saat ini masih non-partai, menjadi rebutan sejumlah partai politik yang tertarik mengadopsinya sebagai “kader partai” mengingat potensi besar kemenangan Putra asli daerah yang dijuluki Gumi Selaparang itu di pesta demokrasi 2024.

Gaya kepemimpinan Sukiman Azmy yang tegas, berlandaskan pengalamannya sebagai tentara. Selain itu, ia terkenal sebagai Mubaligh yang selalu mengayomi masyarakat agar selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

Kombinasi ketegasan dan sosok pengayom masyarakat ini, tentu sangat dirindukan masyarakat, bukan hanya di Lombok Timur, tetapi juga di Seluruh Tanah Air.

Sukiman Azmy
Sukiman Azmy, Bupati Lombok Timur. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Dibawah tangan dingin Sukiman Azmy, sebanyak 63 desa di Lombok Timur ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satu Desa Wisata yaitu Desa Kembang Kuning, berhasil meraih Predikat sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.

Terbaru, Sukiman Azmy mengejutkan masyarakat Tanah Air dengan terpilihnya Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Village 2021 yang digelar United Nation World Tourism organization (UNWTO) sebagai kandidat Desa Wisata Terbaik Dunia.

Sedangkan kepemimpinan Indah Dhamayanti Putri (IDP) yang merupakan Bupati wanita Pertama di NTB, tidak perlu diragukan lagi. Sebagai sosok asli Bima, kekuatan wanita yang akrab disapa Umi Dinda ini, akan kokoh sesuai kultur masyarakat setempat yang memiliki prideness (Dou Ndai) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Umi Dinda sendiri telah menjadi Bupati Bima selama 2 Periode.

Indah Dhamayanti Putri.
Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Indah Dhamayanti Putri juga salah satu Pengurus DPD partai Golkar yang berpotensi diusung partai tersebut. Sebab, rekan satu partainya H. Mohan Roliskana (HMR) yang menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar NTB, diprediksi bakal kembali bertarung untuk periode ke-2 di Pemilihan Walikota Mataram tahun 2024.

Jika pasangan ini didukung oleh dua Partai saja yakni Gerindra dan Golkar, sudah tentu memiliki mesin partai yang kuat hingga akar rumput. Raihan Kursi kedua partai tersebut merupakan yang tertinggi di NTB. Partai Golkar mendapat 10 Kursi, sedangkan Partai Gerindra berhasil mendekap 9 Kursi pada pemilihan Legislatif DPRD tahun 2019.

Kedua Partai ini, juga memiliki 7 Kader yang menjabat sebagai kepala daerah, dari total 10 Kabupaten yang ada di NTB. Bila Partai Gerindra memberikan dukungan kepada pasangan ini, otomatis mereka akan mendapat dukungan dari Bupati Lombok Tengah yang merupakan kader setia dari Partai yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto itu.

H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, berpotensi memenangkan suara masyarakat di wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Kobi dan Bima.

Keduanya, juga dinilai memiliki kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi Birokrat di Lombok Timur dan Bima. Terlebih, Umi Dinda adalah ibu kandung dari Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi.

Meski demikian, keduanya akan sejumlah tantangan dalam memenangkan pemilihan serentak 2024. Pasalnya, H.M. Sukiman Azmi, saat pesta demokrasi itu berlangsung tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.

Selain itu, jika ada pasangan calon lebih dari satu di daerah basis massa yang sama, maka suara akan terpecah. Seperti contohnya di Lombok Timur dimana H.M Sukiman Azmy bersinggungan dengan Sitti Rohmi Djalillah. Sebagai upaya meraih kemenangan, mesin partai perlu bahu-membahu memecah basis pemilih lawan, terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima.

• Dr. Zulkieflimansyah- Dr. Sitti Rohmi Djalillah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. (Foto: Pelopor.id/ Antara)
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. (Foto: Pelopor.id/ Antara)

Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon dan keduanya sama-sama petahana. Zulkieflimansyah yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB, sangat diunggulkan, lumbung suara pendukungnya terutama mengalir dari Pulau Sumbawa.

Zulkieflimansyah sebagai putra asal daerah tersebut akan mendapat dukungan penuh, sesuai dengan kultur masyarakat suku Sumbawa yang memiliki prideness (Tau dita) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024.

Bang Zul juga unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia Timur. Politisi PKS ini, meraih dukungan 20,8 persen responden, mengalahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang meraih 15,2 persen. Bahkan, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio secara blak-blakan menyebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu memiliki potensi besar.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto:Pelopor.id/Kicknews)
Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto:Pelopor.id/Kicknews)

“Jika berbicara mengenai parpol, kita juga tidak boleh melupakan kepala daerah yang berasal dari Indonesia Timur yang selama ini terlupakan oleh publik padahal memiliki potensi besar seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah contohnya,” sebut Hendri beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, Zulkieflimansyah memiliki adik kandung yang menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani. Ini tentu menguntungkan untuk keberpihakan birokrat yang ada di Kabupaten Sumbawa terhadap pasangan ini. Kemudian, mesin partai pengusung Zulkieflimansyah, adalah salah satu partai yang selalu memiliki pimpinan pada alat kelengkapan dewan di setiap daerahnya.

Sementara Sitti Rohmi Djalillah saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat mendampingi Zulkieflimansyah. Rohmi merupakan kakak dari Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah. (Foto:Pelopor.id/Ist)
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pasangan ini, juga memiliki kekuatan pada basis massa organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat.

Namun, ada tantangan yang harus dihadapi keduanya, antara lain pasangan ini tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik saat pemilihan Serentak 2024 dan basis massa akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama menjadi kontestan.

Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, pasangan ini memiliki keunggulan, tetapi yang paling pas yakni dipasangkan dengan pasangannya saat ini.

“Itu yang paling pas. Yang paling masuk akal buat Pak Zul,” tuturnya melalui sambungan telepon Jumat, 13 Agustus 2021.

Adapun potensi kemenangan Zulkieflimansyah – Rohmi berada di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa.

• Lalu Pathul Bahri – H. M. Syafruddin

Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon. Lalu Pathul Bahri (LPB) berasal dari Lombok Tengah yang memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: Pelopor.id/Ist)
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Sebagai bakal pasangan calon yang sedang menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah, tentu LPB sangat diunggulkan terutama dengan perolehan suara dari daerah yang ia pimpin.

Sedangkan H. M. Syafruddin (HRS) adalah Anggota DPR RI 3 Periode. Mulai dari periode pertamanya 2009-2014, 2014-2019 dan periode saat ini 2019-2024 Syafrudin juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PAN sejak 2011 dan saat ini menjadi Ketua DPP yang membidangi UKM.

Beberapa faktor yang membuat pasangan ini diperhitungkan adalah kultur masyarakat Lombok Tengah yang memiliki prideness terhadap putra daerah yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Contohnya kemenangan telak pasangan calon Suhaili-Amin pada tahun 2018 di Kabupaten Lombok tengah.

Duduk sebagai Anggota DPR RI sebanyak tiga periode, sudah pasti membuat HMS lebih hafal daerah-daerah basis massanya maupun peta lumbung-lumbung suara yang sedianya bisa diraih maupun karakteristik pemilih di NTB.

Anggota DPR RI, H. M. Syafruddin. (Foto:Pelopor.id/DPR)
Anggota DPR RI, H. M. Syafruddin. (Foto:Pelopor.id/DPR)

Apabila LPB diusung oleh Gerindra dan HMS didukung oleh PAN, maka akan terbentuk 2 kekuatan besar Pemilihan Legislatif di NTB bersatu hal ini akan menghadirkan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan

Sebab, partai Gerindra, menjadi penguasa sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB dan dalam menghadapi Pemilihan serentak tahun 2024, pasangan ini masih menjabat sebagai kepala daerah dan anggota DPR RI.

Namun, dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 pasangan ini tentu sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, juga akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.

Untuk memenangkan Pilkada, harus memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima. Sementara potensi kemenangan mereka akan berasal dari daerah Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kobi.

• Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin

Hj. Wartiah sebagai anggota DPR RI di pulau Lombok memiliki sebaran dukungan dari pemilih PPP yang merata di Pulau Lombok dan Sumbawa. Sedangkan Dr.H.W.Musyafirin adalah Bupati Sumbawa Barat yang diusung oleh PDI-Perjuangan yang menguasai daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Hj. Wartiah, Anggota DPR RI di pulau Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pasangan ini, tidak memiliki potensi sebesar pasangan yang lainnya, namun kehadiran pasangan ini dapat memecah suara pasangan lainnya sehingga dengan kehadiran pasangan ini dapat mempengaruhi peta politik yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Dr.H.W.Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Wikipedia)

Potensi Kemenangan Wartiah dan Musyafirin ada di Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan tantangan mereka.

Pasangan Kuda Hitam NTB

Dr. Zulkieflimansyah – H.M Sukiman Azmy

Zulkieflimansyah – H.M Sukiman Azmy. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, diantara Tokoh-tokoh besar yang ada di NTB ia menilai ada 4 orang tokoh yang paling berpotensi besar yakni Dr.Zulkiflimansyah, H.M.Sukiman Azmy, Indah Dhamayanti Putri dan Dr. Sitti Rohmi Djalillah.

Adapun dua orang Tokoh besar NTB yakni Zulkieflimansyah dan Sang Kuda Hitam, Sukiman Azmy sangat diunggulkan dalam Pilkada 2024 nanti. Sebab, keduanya merupakan petahana yang memiliki basis massa yang besar di masing-masing daerah asalnya.

“Beliau (Sukiman Azmy) mencoba membawa Tetebatu untuk menjadi lebih dikenal, itu prestasi bagus. Itu juga untuk menarik perhatian dari luar NTB atau di seluruh Indonesia. Apalagi Tertentu menjadi desa yang mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia,” sebut Khairul Fahmi.

Namun menurutnya, harus diperhatikan juga adalah layanan publik dan persoalan-persoalan di masyarakat. Sehingga nantinya, antara apa yang diomongkan sesuai dengan yang dikerjakan.

Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto:Pelopor.id/Ist)

“Sukiman Azmy juga sudah memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Walaupun balihonya tanpa muka dan hanya tulisan-tulisan, bisa meningkatkan popularitas serta elektabilitas,” tegas Khairul Fahmi.

Meski demikian, harus kita pahami bahwa di kertas suara itu ada gambar wajah.

“Jadi nggak apa-apa memang perlu di tampilkan wajah,” ucapnya.

Baliho dengan gambar wajah, menurut penilaian Fahmi tetap diperlukan di waktu yang tepat untuk daerah-daerah yang belum memanfaatkan ruang digital, ruang-ruang media sosial terutama untuk warga yang butuh informasi seputar pemilihan atau kurang informasi.

Khairul Fahmi menjelaskan, Sukiman Azmy yang berasal dari non-partai bisa juga memilih wakilnya dari partai politik misalnya calon dari Gerinda. Atau Partai lain yang bisa memunculkan potensi untuk menjadikannya sebagai Kuda hitam dan kemenangannya dua kali di Lombok Timur membuatnya memiliki pengalaman yang cukup.

Bupati Lotim H.M.Sukiman Azmy. (Foto:Pelopor.id/Ist)
Bupati Lotim H.M.Sukiman Azmy. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Tetapi, bagaimanapun Rohmi sangat berpengaruh di organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan (NWT). Sehingga tidak bisa dipungkiri, Pak Zul tak akan melepasnya begitu saja.

“Kalaupun iya, itu kalau Bu Rohmi misalnya memutuskan untuk maju sebagai Gubernur atau maju menjadi Bupati. Nah, Pak Zul kemungkinan mencari wakilnya yang potensial seperti Sukiman Azmy,” tandas Khairul Fahmi.

Jika Zulkieflimansyah dan Sukiman Azmy berpasangan, tantangannya dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 mereka sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.

Memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima harus dilakukan dan kedua pasangan ini juga harus bisa membuktikan kesuksesannya dalam memimpin wilayahnya. Sedangkan potensi kemenangan yang bakal diraih berasal dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat.

• Hj. Sitti Rohmi Djalillah- H.M.Syafruddin

Pasangan ini, kuat pada basis massa Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat serta di pulau Sumbawa diantaranya di Pulau Sumbawa bagian Timur yaitu Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.

Pasangan ini, dapat membelah Birokrasi yang ada di Pemprov NTB. Jaringan luas konstituen Syafruddin hingga Lombok dapat mendulang suara maksimal terutama di daerah Lombok Barat dan KLU.

Baca juga : Sandiaga Uno Ajak Atta Halilintar dan Aurel Promosikan Desa Wisata Maria di NTB

Syafruddin, merupakan representasi dari Muhammadiyah yang banyak memiliki basis di Kabupaten Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Dirinya dapat membelah dukungan yang ada di Sumbawa.

Namun basis massa pasangan ini akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama yang akan menjadi kontestan. Sementara kemenangannya akan berasal dari Lombok Timur, Lombok Utara, Dompu, Bima, Kabupaten Bima.

• Lalu Pathul Bahri – Indah Dhamayanti Putri

Lalu Pathul Bahri (LBP) berasal dari Lombok Tengah. Wilayah itu, memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur. Sebagai Bupati Lombok Tengah, LBP tentu sangat diunggulkan di daerah yang ia pimpin.

Baca juga : Pariwisata NTB Siap Uji Coba Rapid Antigen Gratis

Jika LPB diusung oleh Gerindra dan Indah Dhamayanti Putri (IDP) didukung oleh partai Golkar, maka dua kekuatan besar pemenang dan Runner Up Pemilihan Legislatif di NTB akan bersatu dan menciptakan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan.

Mesin partai pengusung mereka yakni Golkar maupun Gerindra, menjadi penguasa pada sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima dan Kabupaten Bima.[]