Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid, Hotman Paris Sebut Akidi Tio Lebih Dermawan dari Bill Gates

Akidi Tio
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menerima bantuan sebesar Rp 2 triliun dari pengusaha asal Langsa, Aceh Timur untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021). (Foto: Pelopor.id/Polda Sumsel)

Pelopor.id | Jakarta – Pengacara kondang, Hotman Paris memuji keluarga pengusaha asal Aceh, Akidi Tio yang telah memberikan dana hibah sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

“Inilah Pahlawan Sejati sepanjang masa di dunia! Kalahkan Bill Gates dan para Konglo Dunia!.”

Hotman menilai, yang dilakukan oleh keluarga almarhum adalah aksi pahlawan yang bergerak saat sekitarnya membutuhkan. Bahkan, Hotman menyebut keluarga Akidi Tio jauh lebih dermawan daripada Bill Gates.

“Apakah ini benar? Kalau benar maka inilah Pahlawan Sejati sepanjang masa di dunia! Kalahkan Bill Gates dan para Konglo Dunia!. Hotman mau temu keluarga ini, mau tau isi lubuk hati mereka! Tunai atau barang?? Halo para jago nyinyir tapi pelit dan bokek: ngaca lu asep & poltak!!” tulis Hotman Paris di Instagramnya.

Bacaan Lainnya
Hotman Paris
Unggahan Hotman Paris.(Foto:Pelopor.id/IG Hotman Paris)

Hotman Paris juga menyindir beberapa orang melalui Instagramnya. Menurutnya, mereka hanya bisa memberikan kritikan tanpa aksi untuk membantu sesama. Lebih lanjut, Hotman menyarankan agar uang itu digunakan untuk pembelian vitamin yang nantinya dibagikan untuk rakyat ekonomi lemah.

“Saran: uangnya dipakai beli Vitamin D & C untuk dibagikan ke rakyat miskin,” tulisnya.

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri, sebelumnya menerima dana hibah dari keluarga pengusaha asal Aceh senilai Rp 2 triliun. Dana itu diberikan untuk membantu penanganan Covid-19. Bantuan tersebut, diberikan kepada Irjen Eko Indra Heri sebagai pribadi, bukan dalam kapasitas dia sebagai Kapolda Sumsel.

Baca Juga :   Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Nataru

Adapun Kapolda Sumsel Eko Indra, mengenal keluarga Akidi Tio saat dirinya masih perwira pertama dan betugas di Langsa, Aceh, pada 1990-an. Kala itu, Ia bertemu dengan seorang penjual es, bernama Johan alias Ahok. Johan adalah Tionghoa-Palembang yang menetap di kawasan Veteran yang merupakan putra Akidi Tio.

Pertemanan keduanya terus berlanjut, bahkan hubungan yang terjalin seperti saudara. Namun sekitar 12 tahun lalu Akidi Tio meninggal, kemudian Johan juga menyusul ayahnya menghadap sang pencipta. []

Pos terkait