Media Asing Sebut Indonesia Episentrum Baru Pandemi Covid-19

Pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Pelopor/Pemkot Administrasi Jakarta Utara)

Pelopor.id | Jakarta – Kegentingan pandemi Covid-19 di Indonesia tidak hanya ramai diberitakan oleh media nasional, melainkan juga media internasional, salah satunya The New York Times. Bahkan, Indonesia disebut telah menjadi episentrum baru pandemi, melebihi India dan Brasil, seperti dikutip dari NY Times.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah infeksi baru tertinggi di dunia. Lonjakan ini merupakan bagian dari gelombang kasus di seluruh Asia Tenggara, yang punya tingkat vaksinasi rendah.

Baca juga: Menko Luhut Ajak Guru Besar FKUI Diskusi Penanganan Covid-19

Bacaan Lainnya

Di Indonesia, kasus dan kematian meroket dalam sebulan terakhir karena varian Delta yang sangat menular, terutama di Jawa dan Bali. Di beberapa daerah, fasilitas kesehatan sudah kelimpungan akibat kasus virus corona, meskipun sejumlah rumah sakit mengambil langkah darurat untuk menambah kapasitas. Misalnya, Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi, yang mendirikan tenda besar di pekarangannya, dengan tempat tidur hingga 150 orang untuk pasien Covid-19. 

Pada Kamis (16/7/2021), pihak berwenang melaporkan hampir 57.000 kasus baru di Indonesia, yang menjadi total kasus harian tertinggi, tujuh kali lipat dari bulan sebelumnya. Kemudian, Jumat (17/7/2021), Indonesia melaporkan rekor 1.205 kematian, sehingga total kematian akibat Covid-19 di Indonesia menjadi lebih dari 71.000.

Baca juga: Vaksinasi Berbayar Resmi Dibatalkan

Terkait kegentingan pandemi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini sedang fokus menekan laju penyebaran Covid-19. Apapun varian Covid-19 yang ada saat ini, Kemenkes bertujuan mengurangi penularan atau “flattening the curve”. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah webinar tentang Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga :   Sandiaga Yakin “Rendang Goes to Europe” Angkat Citra Kuliner Nusantara ke Dunia

“Yang bahaya dari virus ini adalah penularannya yang sangat tinggi. Sementara tingkat kematian secara presentase relatif rendah. Ada empat strategi utama, tiga diarahkan untuk orang sehat dan satu diarahkan untuk yang sakit,” kata Budi.

Keempat strategi itu adalah:

  1. Perubahan perilaku. Masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
  2. Proses pendeteksian yang terdiri dari testing, tracing, dan isolasi. Semuanya dilakukan agar orang yang tertular bisa cepat diketahui dan segera mendapat tindakan. Menurut Menkes Budi, saat ini Indonesia baru melakukan 200.000 tes per hari, dan kini ditargetkan bisa mencapai 400.000 tes per hari.
  3. Meningkatkan vaksinasi agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
  4. Terapeutik, strategi yang ditujukan untuk orang yang terinfeksi Covid-19, meliputi terpenuhinya kapasitas tempat tidur di rumah sakit dan suplai fasilitas kesehatan lainnya, seperti oksigen, alat kesehatan, dan SDM. [] 

Pos terkait