Polda Banten Luncurkan Vaksinasi Langsung ke Rumah “Go-Vaksin”

Polda Banten
Polda Banten meluncurkan program Go-vaksin atau layanan vaksinasi langsung ke rumah-rumah (vaksin dijajapekeun ka bumi) bagi warga berusia di atas 50 tahun. (Foto:Pelopor/Polri)

Pelopor.id | Serang – Polda Banten meluncurkan program Go-vaksin sebagai layanan vaksinasi langsung ke rumah-rumah (vaksin dijajapekeun ka bumi) bagi warga berusia di atas 50 tahun.

“Selain itu, layanan jemput bola ini juga diperuntukkan bagi mereka yang berprofesi pendidik dan yang bekerja di pelayanan publik. Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110,” tutur Kapolda Banten, Irjen Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam sosialisasi melalui media mulai hari Minggu (13/6/21).

Vaksinasi bertujuan untuk membangkitkan imun (kekebalan) tubuh, membentuk “herd imunity” (kekebalan kelompok), dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan vaksinasi “jemput bola” ke rumah-rumah, Kapolda Banten berharap target nasional vaksinasi bagi warga dapat tercapai lebih cepat dan kekebalan setiap warga terhadap Covid-19 lebih cepat meningkat.

Bacaan Lainnya

Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110.

Namun, Kapolda mengingatkan kembali masyarakat, meski sudah dua kali vaksinasi tetap harus konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap harus gunakan masker, rajin cuci tangan, asupan makanan bergizi dan jaga jaga jarak perorangan agar tidak menciptakan kerumunan manusia,” tegas Kapolda.

Sementara Kabid Humas Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata mengatakan, masyarakat dapat meminta vaksinasi layanan ke rumah melalui telepon gratis nomor 110 yang bisa dimanfaatkan untuk Go Vaksin bagi warga usia di atas 50 tahun, pendidik, dan pekerja di bidang pelayanan publik.

Dalam memberikan pelayanan vaksinasi tersebut, Polda bekerja sama dengan TNI tenaga kesehatan (nakes) Pemerintah Daerah setempat. Saat ini, Polda Banten sudah menerima sebanyak 129.798 dosis vaksin untuk warga penerima vaksinasi.

Selain itu, Kabidhumas juga menambahkan, bhabinkamtibmas sebagai tracer terus dikerahkan bekerja sama dengan Babinsa dan Kepala Desa untuk melakukan penelufsuran (tracing) bagi warga yang belum diivaksinasi di daerah tugas masing-masing. []

Baca Juga :   Polisi Gagalkan Peredaran Ganja Lintas Sumatera-Jawa Seberat 279 Kilogram