Pelopor.id | Keberadaan command center di Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi model pembelajaran pelayanan yang terintegrasi dan responsif menjawab kebutuhan masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjadikan command center Kota Surabaya sebagai model layanan kesejahteraan sosial di lingkungan Kementerian Sosial.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) selama ini menangani seluruh jenis persoalan sosial masyarakat, termasuk korban bencana dan masalah kemiskinan. Karenanya, menurut Mensos Risma, perlu adanya command center yang terintegrasi, sehingga hasil penanganannya bisa maksimal.
“Selama ini, Kementerian Sosial mengurusi segala macam masalah masyarakat. Dan masalah tersebut ada di berbagai institusi. Seperti dari kementerian lain, KPK atau bahkan pengaduan yang disampaikan lewat media,” kata Risma, Sabtu (20/11/2021).
Kepada pejabat Kemensos yang mendampinginya, Risma berniat menghadirkan layanan seperti ini. Ia ingin setiap masalah yang ditangani bisa lebih fokus melalui dirjen terkait. Menurutnya hal ini akan mempermudah tugas Kemensos dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
“Nantinya setiap laporan yang masuk command center akan diteruskan ke dirjen terkait. Misal masalah bantuan sosial akan cepat ditangani sehingga masyarakat tidak terombang ambing. Akan ada kepastiannya,” ujar Risma.
Hal lain yang mendorong Risma membuat command center adalah penanganan bencana. Ia menilai, selama ini informasi terkait ancaman bencana selalu disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Namun informasi tersebut lebih banyak bergerak di jalur antar lembaga, sementara masyarakat relatif tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Akibatnya, ancaman bencana sulit diantisipasi masyarakat.
“Saya ingin pantauan dari citra satelit bisa tersampaikan ke masyarakat. Sehingga ancaman bencana bisa diantisipasi. Apalagi kita ada Tagana di tiap wilayah, sehingga dengan adanya informasi dari citra satelit bisa menggerakkan tenaga kita seperti Tagana untuk cepat melakukan evakuasi atau perlindungan warga yang terancam,” ucap Risma.
Tak hanya itu, kehadiran command center di lingkungan Kemensos juga diharapkan mampu mendongkrak taraf ekonomi masyarakat miskin. Mensos menuturkan, command center nantinya dibuat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat. Bahkan, bisa menjadi tempat study banding.
Di sini, command center bisa menjadi sarana pendukung dan celah untuk tempat memasarkan produk olahan masyarakat, khususnya ekonomi kecil dan menengah. Risma yakin cara itu efektif untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan pelaku ekonomi kecil, sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. []
Baca juga: Senator Jawa Timur Nilai Tri Rismaharini Berjiwa Negarawan












