Pariwisata Tidak Diunggulkan Lagi di Bali, Pengamat: Jangan Sampai Mencerminkan Keputusasaan Gubernur Bali Hadapi Pandemi

- Editor

Sabtu, 16 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Bali. (Foto:Pelopor.id/Pixabay)

Wisata Bali. (Foto:Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id – Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, mengatakan bahwa Pariwisata merupakan sektor unggulan utama di Bali dan negara-negara lain di seluruh dunia tetap mempertahankan sektor tersebut sebagai sumber penghasilan devisanya. Hal ini, diungkapkannya menanggapi pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menaruh pariwisata sebagai kekuatan terakhir perekonomian Bali.

“Kenapa kok Bali yang sudah kekuatannya ada di pariwisata malah merasa pariwisata itu bukan menjadi unggulannya. Ini jangan sampai mencerminkan keputusasaan dari seorang gubernur Bali menghadapi pandemi ini,”

“Kita melihat bahwa negara-negara yang akarnya dari pariwisata, justru tetap mempertahankan pariwisata. Malah, sekarang ini trennya bukan lagi bicara oil and gas. United Arab Emirates dulu dia bergantung kepada oil and gas. Tetapi kemudian melakukan transformasi menjadi negara yang sektor unggulannya menjadi pariwisata. Menjadikan Dubai dan lain sebagainya,” tutur Taufan Rahmadi ketika diwawancarai Pelopor.id, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Penulis buku Protokol Destinasi ini menjelaskan, bahwa Saudi Arabia dulunya juga menggantungkan pemasukan dari sektor oil and gas, namun sekarang transformasinya adalah pariwisata.

“Nah, kenapa kok Bali yang sudah kekuatannya ada di pariwisata malah merasa pariwisata itu bukan menjadi unggulannya. Ini jangan sampai mencerminkan keputusasaan dari seorang gubernur Bali menghadapi pandemi ini,” tegas TR panggilan akrabnya.

Taufan Rahmadi
Pengamat Sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi. (Foto:Pelopor.id/Global Tourism Forum)

Taufan meyakini, saat ini Pemerintah pusat sedang berjuang bersama semua masyarakat, pelaku pariwisata dan stakeholder di Bali untuk memulihkan sektor Pariwisata di wilayah tersebut.

“Jadi saya berharap apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali ini mudah-mudahan bukan sesuatu yang dimaksudkan dalam tendensi negatif, mungkin tujuannya bisa memacu kita untuk tetap bersemangat,” tandasnya.

Menurut Taufan, tidak ada salahnya bila Gubernur Bali mencari solusi dari sektor lain untuk menghidupkan masyarakat Bali saat ini, tetapi bukan berarti meninggalkan pariwisata sebagai pilar utama perekonomian Bali.

Baca Juga :   Sukiman Azmy Pimpin Acara Doa Bersama Tetebatu For The World

Sebelumnya, belum lama ini kepada sejumlah Anggota Komisi II DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kantornya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, bahwa selama ini pariwisata tidak banyak manfaatnya langsung kepada masyarakat Bali lantaran hanya dinikmati sedikit orang, terutama pemodal dari luar begitu juga, impactnya terhadap masyarakat di Bali tidak banyak.

Koster juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menyadarkannya bahwa pengelolaan ekonomi yang mengandalkan pada pariwisata adalah salah. Sehingga, ia ingin mengganti arah pengelolaan ekonomi Pulau Dewata.

“Kami sedang menyusun konsep kalau istilah Bappenas, reformasi ekonomi kami di Bali membangun ekonomi dengan kekuatan era baru. Tidak menempatkan pariwisata sebagai satu-satunya kantong kekuatan ekonomi, kami mulai bergeser sesuai potensi dan warisan leluhur kami,” sebutnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa
Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Cheerleading World Championships (CWC) XII

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:35 WIB

Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:37 WIB

Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:35 WIB

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:55 WIB

Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif

Berita Terbaru

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB