Jakarta – Batu Karas sore itu dipenuhi warna. Perahu-perahu nelayan berjejer di tepi pantai, dihiasi janur kuning dan sesaji. Anak-anak berlarian, sementara orang tua sibuk menyiapkan ritual.
Di tengah keramaian, hadir sebuah nama baru: Gestone Villa & Resto, unit usaha dari Gescita Peduli Bangsa, yang ikut meramaikan Tradisi Hajat Laut dan Syukuran Nelayan pada 25–26 Juni 2026.
Bagi Gestone, acara ini bukan sekadar pesta adat. Sebagai pendatang baru di Desa Sanghiangkalang, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk menyatu dengan warga.
Berawal dari rumah singgah bergaya Joglo, tempat keluarga berkumpul dan menikmati aktivitas luar ruang, Gestone kini berkembang menjadi villa dan resto yang mendukung pariwisata Batu Karas. Namun, di balik bisnis itu, ada tekad untuk bertumbuh bersama masyarakat.
Tradisi Hajat Laut sendiri adalah warisan budaya Jawa Barat yang sarat makna. Nelayan membawa sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas hasil tangkapan dan doa keselamatan.
Bagi warga, ini adalah momen kebersamaan, doa, dan harapan. Bagi Gestone, ini adalah panggilan untuk ikut menjaga budaya.

Dalam acara tersebut, Gestone menitikberatkan partisipasi pada program kesehatan bersama Dinas Kesehatan, santunan sosial bersama Dinas Sosial, serta pelestarian seni budaya lewat penampilan Ronggeng Gunung.
Hiburan tradisional itu membuat suasana semakin meriah, sekaligus mengingatkan generasi muda akan kekayaan budaya lokal.
Lebih dari itu, Gestone juga mendukung perekonomian lokal dengan menyerap hasil tani dan laut untuk kebutuhan resto. Mereka membuka lapangan kerja bagi warga desa, menjadikan bisnis sebagai sarana berbagi.
Dengan semboyan “Bumi dipijak, langit dijunjung”, Gestone menegaskan bahwa keberadaan mereka bukan hanya untuk keuntungan, tetapi juga untuk kebersamaan.
Di sela acara, warga dan pengunjung bisa melihat bagaimana Gestone berbaur. Tidak ada jarak antara pendatang dan masyarakat. Semua larut dalam doa, tawa, dan tarian. Inilah esensi Hajat Laut: kebersamaan yang melampaui batas.
Dengan ikut serta, Gestone Villa & Resto Batu Karas menunjukkan bahwa pariwisata bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Kehadiran mereka menjadi simbol harmoni antara modernitas dan tradisi, antara bisnis dan masyarakat. []












