Perayaan 10 Tahun, Shoemaker Studios Hadirkan Shoemaker 2.0

- Editor

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana konferensi pers perluncuran Shoemaker Studios. (Foto: Istimewa)

Suasana konferensi pers perluncuran Shoemaker Studios. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Dalam perayaan perjalanan satu dekade, Shoemaker Studios, studio musik independen ternama yang telah meraih tiga AMI Awards, meluncurkan visi transformasi besar bertajuk Shoemaker 2.0.

Shoemaker Studios berdiri 10 tahun lalu atas inisiatif trio Prajna Murdaya, Nikita Dompas, dan Harmoko Aguswan. Bertempat di Cikini, Jakarta, Shoemaker Studios kini bertekad untuk menjadi ekosistem media dan house lab yang dirancang untuk mendukung musisi dari berbagai kalangan di Indonesia.

Sebagai studio musik dan inkubator, Shoemaker telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 musisi baik lokal maupun internasional, termasuk nama-nama besar seperti Tulus, Sal Priadi, Nona Ria, Svmmerdose, dan Lalahuta.

Selain itu, melalui program unggulan seperti Vocal Masterclass, Shoemaker membawa pelatihan dari Seth dan Margareta Riggs, pelatih vokal legendaris yang pernah melatih artis seperti Michael Jackson, Stevie Wonder, dan Madonna, untuk 200 penyanyi profesional dan amatir Indonesia.

Co-Founder Shoemaker Studios lainnya, Prajna Murdaya mengatakan bahwa motivasi di balik inisiatif Shoemaker 2.0. adalah demi mendukung penuh peta permusikan Tanah Air dalam hal produksi. kreasi, hingga sisi bisnisnya.

“Sudah 10 tahun lamanya Shoemaker Studios melayani artis-artis lokal maupun internasional. Sudah saatnya Shoemaker mengambil peran yang lebih besar supaya bisa memberikan dampak positif yang lebih besar juga bagi para kreatif di bidang musik,” ujar Prajna.

Transformasi menuju Shoemaker 2.0 bertujuan untuk lebih dari sekadar produksi musik. Shoemaker ingin menjadi music supernode Indonesia—sebuah ekosistem yang menjembatani berbagai elemen musik lintas genre dan negara, serta menjadi katalis bagi kolaborasi inovatif.

Ekosistem ini mencakup berbagai bidang seperti pembangunan komunitas, produksi, media, event, edukasi, hingga merchandising.

Dalam perjalanannya, Shoemaker 2.0 memperkenalkan konsep Shoemaker House Lab, sebuah ruang inkubasi untuk membantu musisi memantapkan visi kreatif mereka.

Baca Juga :   Video Klip Biar Menjadi Kenangan Milik Raisa feat Ahmad Dhani Dirilis

Program ini mencakup kegiatan seperti Masterclass Series, yang menawarkan kelas ilmu musik dan sound engineering dengan pendekatan lintas genre. Shoemaker ingin memastikan bahwa setiap musisi—baik yang baru memulai maupun yang sudah mapan—memiliki akses ke dukungan yang komprehensif dan inovatif.

Selain itu, Shoemaker juga mengembangkan konsep Shoebox, seri live session mereka yang populer, menjadi Shoebox 2.0.

Tidak lagi sekadar video performa minimalis, Shoebox 2.0 bertujuan menjadi platform yang memungkinkan musisi menciptakan versi alternatif lagu mereka dalam suasana hangat dan intim di ruang tamu Shoemaker.

Konsep ini juga membuka kemungkinan baru seperti event musik “Shoebox Day Out”, di mana suasana Shoebox direplikasi dalam skala lebih besar untuk melibatkan audiens secara langsung.

Episode perdana Shoebox 2.0 akan dibintangi oleh Wijaya 80, trio musik retro yang terdiri dari Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe, yang tayang eksklusif di YouTube Shoemaker Studios pada 9 April 2025.

Shoemaker 2.0 tidak hanya ingin menjadi tempat berkarya, tetapi juga motor penggerak budaya musik Indonesia yang lebih inklusif dan progresif.

Dengan komitmen untuk terus mendukung dan menghubungkan musisi dari berbagai latar belakang, Shoemaker memantapkan perannya sebagai pionir industri kreatif Tanah Air.

“Kami ingin setiap musisi merasa bahwa Shoemaker adalah rumah untuk tumbuh, tempat untuk mengeksplorasi visi kreatif mereka, dan titik temu bagi semua pelaku musik di Indonesia,” tutur Prajna.

Dengan semangat baru ini, Shoemaker Studios siap menghadirkan era baru bagi industri musik Indonesia melalui Shoemaker 2.0. Terobosan pertama dari transformasi ini dapat dinikmati melalui Shoebox 2.0 di YouTube Shoemaker Studios.

Berbagai program inovatif lain dari Shoemaker 2.0 yang akan datang juga layak untuk dinantikan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled
Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa
DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre
Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua
Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita
Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta
Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian
Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita
Dalam perayaan perjalanan satu dekade, Shoemaker Studios meluncurkan visi transformasi besar bertajuk Shoemaker 2.0.

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB