Pelopor.id | Perusahaan teknologi Jepang, SoftBank Group diprediksi akan memangkas sahamnya di perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba, agar bisa berinvestasi di startup yang tidak terdaftar melalui Vision Fund II dan membeli kembali sahamnya atau buyback.
“SoftBank menjual 20 juta saham Alibaba pada kuartal terakhir dan akan perlu menjual lebih banyak lagi pada 2022,” ujar Analis Jefferies Atul Goyal yang dikutip dari Reuters.
Menurut Goyal, SoftBank memprioritaskan Vision Fund 2 yang telah mengambil saham di lebih dari 200 perusahaan, termasuk investasi baru-baru ini di perusahaan software AI 6sense, bisnis cryptocurrency Polygon dan platform pembiayaan digital Funding Societies.
“Kami pasti akan menjual sebagian besar aset,” kata Chief Executive Officer (CEO) SoftBank Masayoshi Son pada awal bulan ini.
Seperti diketahui, Softbank berada di bawah tekanan untuk memangkas saham, menyusul batalnya kesepakatan penjualan perancang chip Arm dengan Nvidia.
Sebelumnya, Nvidia mengumumkan rencana akuisisi senilai USD 40 miliar pada September 2020. Melalui akuisisi ini, Nvidia ingin mengendalikan teknologi chip dalam segala hal, mulai dari smartphone hingga peralatan pabrik.
Namun, transaksi itu menghadapi sejumlah tantangan, termasuk sikap pelanggan Arm yang mencibir gagasan itu. Sejumlah pelanggan Arm adalah Apple, AWS Amazon.com dan Google Alphabet, bersama dengan produsen chip yang bersaing langsung dengan Nvidia, seperti Intel dan Qualcomm.[]












