Pelopor.id – Perusahaan mesin pencari, Google mengumumkan rencananya untuk membatasi pelacakan dan pembagian data pengguna sistem operasi Android. Sistem tersebut telah digunakan oleh lebih dari 2 setengah miliar orang di dunia.
Rencana itu muncul, setelah Google mengalami peningkatan tekanan terkait perlindungan privasi dengan membatasi pelacakan. Serta terkait pengumuman Apple pada tahun lalu, yang telah memungkinkan penggunanya untuk memutuskan, apakah mereka ingin dilacak atau tidak.
Sebelumnya, Google telah memiliki fasilitas yang memungkinkan pengiklan untuk menargetkan para pengguna Android berdasarkan minat dan aktivitas onlinenya.
Kemudian Google menyadari platform lain telah mengambil pendekatan berbeda terhadap privasi iklan dan dengan tegas membatasi teknologi yang digunakan oleh pengembang dan pengiklan.
Sehingga mereka menawarkan solusi dengan mengembangkan Privacy Sandbox di Android, teknologi Google yang mengizinkan iklan tanpa melacak data pengguna.
Privacy sandbox sudah tersedia sebagai sebuah fitur pada Chrome. Fungsinya adalah membatasi pelacakan di seluruh situs web. Nantinya konsep utama akan diterapkan ke perangkat Android.
“Sementara kami merancang, membangun, dan menguji solusi baru ini, kami berencana untuk mendukung fitur platform iklan yang ada setidaknya selama dua tahun. Kami bermaksud untuk memberikan pemberitahuan substansial sebelum perubahan di masa mendatang,” ungkap Google.
Adapun pada kuartal keempat tahun 2021, berdasarkan laporan The Washington Post, Google meraup US$61 miliar dalam pendapatan iklan.[]












