Sejarah Letusan Gunung Tambora Tewaskan 92 Ribu Jiwa Lenyapkan 3 Kerajaan

- Editor

Minggu, 6 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelopor.id – Gunung Tambora terletak di ujung utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Tambora, yang merupakan taman nasional ke 51 di Indonesia.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rilisnya menyebut, letusan Dasyat Gunung Tambora telah melenyapkan tiga kerajaan yakni Pekat, Sanggar dan Tambora. Peradaban di seputar Tambora pun musnah.

Lenyapnya tiga kerajaan diketahui setelah Vulkanolog asal Rhode Island University AS, Haraldur Sigurdsson menggali bebatuan dan abu vulkanik hingga kedalaman tiga meter hingga akhirnya menemukan sisa permukiman, pecahan tembikar dan kayu yang telah menjadi arang (terkarbonisasi).

Ia menyebutnya sebagai “Pompeii dari Timur”. Sebutan itu, mengacu pada situs kota Romawi Kuno, Pompeii, dekat Napoli, Italia, yang terkubur oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

Sementara jumlah korban tewas akibat letusan itu diperkirakan mencapai 92.000 jiwa. Jumlah ini, belum termasuk kematian yang melanda Eropa dan Amerika, yang turut merasakan dentuman keras Tambora.

Sedangkan peneliti di Pusat Vulkanologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igan S Sutawijaya mengatakan, letusan Gunung Tambora sangat dahsyat, dengan semburan asap setinggi 33 sampai 43 kilometer dengan volume materi mencapai 150 km kubik abu dan 25 km kubik awan panas.

Dentuman saat Gunung Tambora meletus terdengar hingga 2.600 km, abu mencapai jarak 1.300 km dan menyebabkan endapan aliran piroklastik (awan panas) setebal 7 meter sampai 20 meter di area ratusan km persegi dengan volume endapan 5,7 km kubik.

Ia juga menyebut, Tambora menimbulkan gelombang tsunami satu sampai empat meter sepanjang pantai sejauh 1.200 km. Tsunami tersebut juga sampai di Maluku dengan tinggi gelombang dua meter.

Baca Juga :   Tetebatu Mengulang Kesuksesan NTB Era Almarhum Gubernur Gatot Suherman

Tinggi puncak Tambora sebelum letusan mencapai 4.300 m di atas permukaan laut, tetapi saat ini puncak tertingginya hanya 2.850 m dengan garis tengah 60km dan kaldera (kawah) bergaris tengah 7 km dengan kedalaman 1.100 m yang merupakan kaldera terdalam di dunia.

Abu vulkanik dari letusan itu, juga membuat dua benua yang dipisahkan samudera di dera kelaparan. Pada 1816, atau sekitar setahun setelah letusan , Eropa dan Amerika melewati tahun tanpa musim panas atau dikenal sebagai “Year without Summer”.

Dimana cuaca di kawasan tersebut berubah total akibat partikel abu dari letusan gunung berapi yang masih membungkus atmosfer bumi sehingga menghalangi sinar matahari menerobos ke permukaan tanah.

Musim paceklik pun melanda Kanada, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan lainnya. Udara beku yang terjadi di sejumlah negara tersebut menghapus impian petani untuk memanen hasil kebun mereka. Akibatnya, penduduk pun kekurangan bahan makanan.

Irlandia mengalami dampak terparah dimana negara tersebut mengalami curah hujan dan cuaca dingin yang terjadi hampir sepanjang musim panas.

Fenomena alam setelah letusan Tambora menyebabkan sekitar 65.000 orang mati kelaparan dan terkena wabah tipus. Wabah ini kemudian menyebar ke Eropa dan menewaskan 200.000 orang.

Bahkan kekalahan Napoleon Bonaparte pada perang Waterloo, diyakini sebagai dampak tak langsung letupan Tambora. Pemicunya adalah musim dingin yang panjang dan kegagalan panen.

Saat itu, Napoleon sedang melakukan perang di Belgia. Ia mengalami kekalahan terhadap negara sekutu yaitu Inggris, Belanda, dan Jerman, akibat cuaca ekstrem dampak gunung Tambora. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Kamis, 23 April 2026 - 17:48 WIB

Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026

Jumat, 17 April 2026 - 22:10 WIB

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 April 2026 - 21:53 WIB

Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum

Sabtu, 11 April 2026 - 17:20 WIB

Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Berita Terbaru

Penyanyi solo, Lindee Cremona. (Foto: Istimewa)

Musik

Anakmu Slalu Cinta Jadi Single Terbaru Lindee Cremona

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:39 WIB