Pelopor.id – Perusahaan streaming video Netflix, memproyeksikan akan menambah 2,5 juta pelanggan dari Januari hingga Maret 2022. Prediksi tersebut, kurang dari setengah dari jumlah yang perkirakan para analis sebanyak 5,9 juta. Sementara total pelanggan global Netflix pada akhir 2021 mencapai 221,8 juta.
Alasannya Netflix mengurangi ekspektasi pertumbuhannya di periode tersebut, lantaran perusahaan mengantisipasi keterlambatan hadirnya konten yang menarik seperti musim kedua “Bridgerton” dan film yang dibintangi Ryan Reynolds “The Adam Project.”
Sementara di kuartal IV 2021, jumlah pelanggan Netflix mencapai 8,2 juta, angka ini meleset dari ekspektasi perusahaan yang menargetkan penambahan 8,5 juta pelanggan. Saham Netflix pun jeblok 20 persen karena prospek pertumbuhan yang dinilai buruk dan minimnya penambahan jumlah pelanggan.
CEO Netflix Reed Hastings mengakui, jumlah pelanggan tak mencapai target yang ditetapkan lantaran persaingan di industri streaming meningkat. Meski demikian, ia percaya industri streaming tetap memiliki peluang. Hal itu dibuktikan dengan pesaing Netflix seperti Amazon dan Hulu yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, Netflix juga memutuskan untuk menaikkan harga di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, dua pasar terbesarnya. Harga berlangganan di AS untuk paket standar Netflix naik US$1,50 atau Rp21.500 ribu (asumsi kurs Rp14.331 per dolar AS) menjadi US$15,49 atau Rp222.134.
Sementara untuk paket basic naik US$1 atau Rp14.340 ribu menjadi US$9,99 atau Rp143.248 ribu. Lalu, paket premium naik US$2 atau Rp28.678 menjadi US$19.99 atau Rp286.646. []












