Pelopor.id | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Kolaka Ahmad Safei lantaran berhasil mencapai target vaksinasi dalam 10 hari.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Mendagri kepada Bupati Kolaka di lobi Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Selain penghargaan, Tito juga memberikan satu unit sepeda motor untuk membantu patroli Pemerintah Kabupaten Kolaka. Serta, memberikan satu unit Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) untuk membantu pelayanan administrasi kependudukan di wilayah itu.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga akhir 2021 mencapai 70 persen. Tito Karnavian sendiri gencar mengunjungi berbagai daerah yang capaian vaksinasinya masih di bawah 70 persen. Meski saat ini capaian vaksinasi dosis pertama secara nasional telah berhasil melampaui target, pemerintah terus memastikan agar jarak capaian vaksinasi antardaerah tidak jomplang.
Tito Karnavian mengatakan, ketika kunjungan percepatan vaksinasi Covid-19 ke Sulawesi Tenggara, Bupati Kolaka menyatakan sanggup memenuhi target vaksinasi dalam 10 hari. Saat itu, capaian vaksinasi di Kabupaten Kolaka baru 48 persen. Tito mengapresiasi kesanggupan itu, karena belum ada kepala daerah yang begitu optimistis seperti Bupati Kolaka.
“Saya jujur saja, baru kali itu dari muter seluruh Indonesia mendengar kata-kata itu,” kata Tito di Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Tito pun mengakui capaian ini sangat luar biasa, karena tak mudah dilakukan oleh daerah dengan kondisi geografis seperti di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, penghargaan yang diberikan oleh Mendagri ini sendiri bertujuan untuk memotivasi seluruh kepala daerah agar mampu mencapai target vaksinasi hingga akhir tahun.
Sementara itu, Bupati Kolaka Ahmad Safei menyampaikan, keberhasilan capaian target vaksinasi tidak terlepas dari motivasi yang diberikan Mendagri. Mendengar kabar Mendagri akan berkunjung ke Sulawesi Tenggara, ia segera berkonsolidasi dengan jajaran di daerahnya untuk mempercepat vaksinasi.
“Malu kita rasanya, pejabat setingkat Menteri harus datang hanya persoalan vaksinasi ini,” terangnya. Alasan itulah yang membuat Safei berani menyampaikan kesanggupannya mengejar target vaksinasi dalam waktu 10 hari. []
Baca juga: ASN Ogah Divaksin, Mendagri Saran Tunda Pembayaran Tunjangan Kinerja












