Jakarta – Suasana hangat menyelimuti acara Opening Store Melodia Yogyakarta yang kini resmi beroperasi di Jalan C. Simanjuntak, Terban. Pembukaan ini merupakan perwujudan konsep baru sebagai experience center, sebuah ruang yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi musisi.
CEO Melodia, Setiawan Winarto, menjelaskan bahwa konsep ini dibuat compact dan efisien, namun tetap menampilkan alat musik terbaru. Di lantai atas, tersedia ruang pertunjukan kecil yang bisa digunakan untuk mini performance, pembuatan konten, hingga konser komunitas.
“Kami ingin memberi ruang bagi teman-teman musisi Yogya untuk tampil. Konsepnya sederhana, kami ingin menjadi rumah kedua bagi musisi,” ujarnya.
Melodia menawarkan instrumen lengkap, mulai dari entry level hingga profesional dengan harga ratusan juta rupiah. Produk yang tersedia di pusat Melodia Jakarta dapat dipesan melalui sistem dropship dari Yogyakarta, termasuk piano di bawah Rp10 juta hingga keyboard seharga Rp100 juta.
Ke depan, sistem pemesanan akan dilengkapi layar sentuh untuk mempermudah pelanggan memilih produk.
Sorotan utama dalam acara re-opening adalah kehadiran Erros Candra, gitaris Sheila on 7. Erros datang dengan Vespa, ikut berdoa dan berbuka bersama, lalu berkeliling toko menjajal beberapa gitar yang dipajang.
Kehadirannya menjadi simbol kedekatan Melodia dengan komunitas musik Yogyakarta, sekaligus nostalgia atas perjalanan panjang ekosistem musik lokal.
Setiawan menilai Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus kota seni yang paling cocok untuk menjadi pusat distribusi alat musik di Jawa Tengah. Hubungan historis Melodia dengan musisi Yogya, termasuk Sheila on 7 dan Jikustik, menjadi alasan kuat mengapa kota ini dipilih.
Sejak era 1990-an, Melodia memang dikenal dekat dengan berbagai band besar Indonesia seperti Dewa 19, Padi, Gigi, Jikustik, hingga Sheila on 7.
Dengan lima cabang utama di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan BSD Tangerang, Melodia terus memperluas jangkauan. Relokasi Yogyakarta menjadi bukti komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama musisi, menghadirkan ruang kolaborasi, sekaligus menjadi rumah kedua bagi komunitas musik. []











