Jakarta – Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Vidi Aldiano, penyanyi pop yang dikenal dengan karya-karya penuh makna, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB di Jakarta setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019.
Kabar ini disampaikan pihak keluarga dan diperkuat oleh Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo), sebelum akhirnya menyebar luas di media sosial.
Vidi Aldiano wafat pada usia 36 tahun. Sejak awal kariernya pada 2008, ia telah menorehkan sejumlah lagu yang menjadi bagian penting dalam perkembangan musik pop Indonesia.
Lagu Nuansa Bening memperkenalkan suaranya yang khas, Status Palsu menegaskan identitas musikalnya, sementara Tak Bisa Bersama memperlihatkan kedewasaan dalam berkarya.
Lagu-lagu ini menjadikan Vidi sebagai salah satu penyanyi muda paling berpengaruh di era 2000-an.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Vidi juga aktif menciptakan lagu dan berkolaborasi dengan musisi besar Tanah Air. Dedikasinya terhadap musik tidak pernah surut, bahkan ketika harus menjalani pengobatan intensif akibat kanker ginjal.
Ia tetap hadir di media sosial, membagikan semangat dan pesan positif, menjadikan dirinya inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi perjuangan serupa.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Deddy Corbuzier yang menuliskan: “Hati saya patah, sepatah-patahnya. Kamu pergi terlalu cepat, Vidi Aldiano”.
Pesan ini menegaskan betapa besar kehilangan yang dirasakan dunia hiburan Indonesia.
Jenazah Vidi Aldiano akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. Prosesi pemakaman ini menjadi penutup perjalanan seorang musisi yang telah memberikan warna berbeda dalam musik pop Indonesia.
Warisan karya Vidi akan terus hidup, menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, dan memastikan namanya tetap abadi dalam sejarah musik Nusantara. []











