Jakarta – Gifest 2026 yang digelar di ICE BSD menghadirkan lebih dari 70 musisi gospel, termasuk 20 artis internasional dan 50 artis lokal. Namun, penampilan Tanah Air Project sebagai penutup festival menjadi salah satu yang paling berkesan.
Band asal Jakarta ini tampil dengan gaya berbeda, menghadirkan semangat kebangsaan melalui lagu-lagu nasional dan karya-karya hits mereka. Dengan aransemen yang energik, mereka membawa pesan toleransi yang kuat di tengah festival musik rohani.
Medley single Pancasila Rumah Kita yang dipadukan dengan sholawat dan ditutup dengan Bagimu Negeri menjadi simbol nyata bahwa perbedaan dapat berpadu indah. Penonton yang hadir merasakan bagaimana musik bisa menjadi jembatan lintas iman dan budaya.
Ezekiel Rangga, pemimpin Tanah Air Project, menegaskan bahwa nilai persatuan dan kebhinekaan adalah milik bersama.
“Semangat kebangsaan harus dijaga oleh seluruh warga bangsa,” ujarnya.
Walau tampil terlalu larut malam, pesan yang dibawa Tanah Air Project tetap menggema. Kehadiran mereka di Gifest 2026 memperlihatkan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan bangsa. []












