Jakarta – Hari itu, 9 Januari 2026, menjadi momen penting bagi Ifan Seventeen. Ia merilis single terbaru berjudul Jangan Paksa Rindu (Beda), sebuah lagu yang lahir dari perenungan panjang tentang cinta, kebersamaan, dan kejujuran dalam hubungan.
Bersama Opik Kurdi, Ifan menuliskan lirik yang mengajak pendengar untuk kembali mengingat momen sederhana, yakni tatapan mata, percakapan tulus, dan ungkapan cinta yang kini terasa asing.
Lagu ini bercerita tentang pasangan yang masih bersama, namun hatinya sudah tidak lagi sejalan. Mereka bertahan karena kebiasaan, bukan karena cinta. Ifan menggambarkan situasi itu dengan jujur, bahwa rindu tidak bisa dipaksakan. Ketika hati lelah, memaksa hanya akan melukai lebih dalam.
Aransemen musik yang sederhana menjadi pilihan tepat. Dengan instrumen yang tidak berlebihan, vokal Ifan tampil dominan, menyampaikan pesan dengan penuh penghayatan. Pendengar seolah diajak masuk ke ruang pribadi, merasakan getirnya hubungan yang perlahan kehilangan makna.
Album Resonance menjadi rumah bagi lagu ini. Sepuluh lagu di dalamnya membentuk perjalanan emosional yang utuh, tentang refleksi, penerimaan, kehilangan, harapan, dan kedewasaan. Judul album yang berarti “resonansi” dipilih karena Ifan ingin setiap lagu meninggalkan getaran emosi yang bertahan lama.
Daftar lagu dalam album ini mencakup 1001 Cara, Kidung Hawa, Tangisan Dibawah Hujan, hingga Sakit Hati. Masing-masing lagu membawa cerita berbeda, namun tetap saling melengkapi. Keseluruhan album menghadirkan pengalaman mendengarkan yang tidak hanya musikal, tetapi juga emosional.
Bagi Ifan, album ini bukan sekadar karya, melainkan perjalanan pribadi. Ia ingin pendengar merasakan bahwa musik bisa menjadi cermin kehidupan, tempat kita menemukan refleksi atas perasaan yang sering terabaikan.
“Mereka berbohong pada diri mereka masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman,” ujarnya, menegaskan pesan yang ingin disampaikan.
Dengan dirilisnya lagu Jangan Paksa Rindu (Beda) dan album Resonance, Ifan Seventeen kembali meneguhkan posisinya sebagai musisi yang tidak hanya menghadirkan lagu, tetapi juga cerita.
Musiknya menjadi medium untuk berbagi pengalaman, mengingatkan bahwa kejujuran pada hati adalah langkah pertama menuju kedewasaan. []












