Jakarta – Setelah sempat menghilang dari peredaran selama setahun, Patrick Lesmana kembali muncul dengan gebrakan baru. Gitaris muda asal Malang ini merilis single keduanya yang berjudul Yabai, sebuah karya yang bukan cuma jadi ajang unjuk skill, tapi juga eksplorasi musikal yang liar dan penuh kejutan.
Single Yabai bukan sekadar lagu instrumental biasa. Judulnya saja sudah bikin penasaran. Dalam bahasa Jepang, kata “Yabai” bisa berarti macam-macam, termasuk berbahaya, gila, atau bahkan keren. Dan itulah yang coba ditangkap Patrick dalam musiknya, sesuatu yang tak bisa ditebak, penuh energi, dan tetap terasa keren.
Kalau kamu berharap mendengar solo gitar panjang yang mendominasi, kamu mungkin akan terkejut. Di Yabai, Patrick justru memberi ruang yang sama untuk semua instrumen. Ia ingin menonjolkan komposisi, bukan sekadar permainan gitar. Hasilnya? Sebuah track yang kompleks, dinamis, tapi tetap punya groove dan emosi yang kuat.
Inspirasi Patrick datang dari berbagai penjuru. Mulai dari band-band prog-rock legendaris seperti King Crimson dan Yes, hingga musisi fusion Jepang seperti Casiopea dan T-Square. Bahkan musik game Jepang pun ikut menyusup ke dalam aransemen Yabai. Semua itu diramu dalam satu komposisi yang padat, teknikal, tapi tetap menyenangkan untuk disimak.
Proses rekamannya dilakukan di studio pribadi milik Patrick, Suara Wibu Production. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti, tapi tetap harus menjaga keseimbangan antara kerumitan teknis dan rasa.
“Di genre seperti ini, gampang banget kebablasan. Saya ingin tetap ada feel-nya,” katanya.
Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik, yang ikut terlibat sebagai co-producer, menyebut bahwa merilis single ini adalah pencapaian tersendiri.
“Patrick sibuk banget, jadi bisa rilis single kedua ini saja sudah luar biasa. Sayangnya, video musiknya belum sempat dibuat karena dia belum sempat ke Jakarta,” ujarnya.
Saat ini, single dan EP Yabai sudah bisa didengarkan di semua platform digital. Visualizer-nya juga bisa kamu tonton di YouTube channel resmi Cadaazz Pustaka Musik. Dan kabar baiknya, Patrick sudah menyiapkan karya berikutnya dengan genre yang berbeda.
“Saya nggak mau terjebak di satu gaya. Musik saya adalah cerminan dari semua yang saya dengar setiap hari,” tuturnya. []












