Jakarta – Grup musik SIEMENTS kembali menggebrak skena musik rock alternatif Indonesia dengan merilis EP terbaru mereka bertajuk House of Vultures. Dirilis pada 28 November 2025, karya ini menjadi cerminan dari keberanian musikal mereka dalam menyuarakan keresahan sosial dan kompleksitas kehidupan urban melalui lima trek yang intens, penuh energi, dan emosional.
EP ini dibuka dengan sebuah trek instrumental yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju lanskap sonik yang gelap dan penuh pertarungan batin.
Dari sana, pendengar diajak menelusuri lorong-lorong emosi yang saling bertabrakan, antara amarah dan perenungan, antara hiruk-pikuk dan keheningan. Setiap lagu menjadi ruang ekspresi yang jujur dan tak terkompromi.
Lagu 98 menjadi pusat gravitasi dari EP ini. Dengan riff gitar tajam dan lirik yang lantang, SIEMENTS mengangkat kembali luka sejarah yang belum sembuh, yaitu tragedi menjelang reformasi. Lagu ini bukan sekadar pengingat, tetapi juga ajakan untuk tidak melupakan dan terus bertanya.
Selain 98, empat lagu lainnya, yakni Sparks of Sorrows, Women in the Fields, Mass Murder, dan House of Vultures yang menyuguhkan dinamika musikal yang berlapis.
Di tengah atmosfer yang meledak-ledak, SIEMENTS menyisipkan satu lagu mellow yang memberi ruang bernapas, tanpa kehilangan identitas keras mereka. Ini menjadi bukti eksplorasi emosional yang lebih luas dan keberanian untuk keluar dari pakem.
SIEMENTS, akronim dari Sonic Insanity Interpreting Massive Noises and True Sounds, adalah proyek musik yang lahir pada pertengahan 2024. Dengan gaya yang chaotic, sinematik, dan penuh energi, mereka memadukan elemen rock modern dengan produksi yang emosional dan lirik yang menggambarkan realitas sosial masa kini.
Band ini digawangi oleh Danes (vokal utama, gitar utama, produser), Dafa (gitar semi-lead), Syafiq (gitar ritme), Azriel (bass), dan Fahmi (drum). Setelah merilis EP debut Parabellum pada 2024, mereka terus membangun reputasi lewat panggung-panggung yang intens dan karya-karya yang menggugah.
Danes, sebagai frontman, memainkan peran penting dalam arah artistik SIEMENTS. “Seluruh personel terlibat penuh dalam proses kreatif EP ini, dengan kekuatan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya aksi panggung sebagai bagian dari narasi musikal mereka. “Kami tidak hanya menyajikan rekaman, tetapi juga pengalaman visual dan emosional yang utuh di atas panggung,” tutur Danes.
EP House of Vultures bukan hanya sekumpulan lagu, melainkan pernyataan sikap. Sebuah rumah bagi mereka yang merasa terasing di tengah hiruk-pikuk dunia, tempat di mana keresahan bisa diteriakkan dan makna bisa ditemukan.
Dengan fondasi yang kuat dan semangat eksploratif, SIEMENTS siap melangkah ke fase berikutnya dalam perjalanan musikal mereka.
Seluruh lagu dalam EP House of Vultures kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan siap menjadi suara bagi mereka yang mencari kejujuran dalam dentuman. []












