AIDEA Weeks 2025 Ungkap Tantangan Musisi di Era Kecerdasan Buatan

- Editor

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis Shindu Alpito, rapper Tuan Tigabelas, dan musisi, Noor Kamil usai mengisi sesi di AIDEA Weeks 2025. (Foto: Istimewa)

Jurnalis Shindu Alpito, rapper Tuan Tigabelas, dan musisi, Noor Kamil usai mengisi sesi di AIDEA Weeks 2025. (Foto: Istimewa)

Jakarta – AIDEA Weeks 2025 terus menjadi ruang reflektif dan progresif dalam memahami dampak kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia. Memasuki pekan kedua, forum ini mengangkat tema “Embracing The New Age of AI” dengan fokus pada seni, musik, dan budaya, tiga ranah yang paling erat dengan ekspresi dan identitas manusia.

Diskusi dibuka dengan pernyataan Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, yang menegaskan bahwa AI harus menjadi alat pemberdaya masyarakat, bukan pengganti seniman dan budayawan. Pernyataan ini menjadi titik tolak bagi pembahasan yang berlangsung dalam tiga sesi utama.

Sesi pertama membahas seni visual dan tantangan yang muncul ketika AI mampu menghasilkan karya dalam hitungan detik. Para seniman menghadapi dilema antara efisiensi dan kekhawatiran terhadap orisinalitas serta pelanggaran hak cipta.

Rato Tangela dan Eddy Sukmana, dua seniman yang aktif bereksperimen dengan AI, berbagi pandangan tentang bagaimana teknologi ini bisa menjadi mitra kreatif yang membantu proses penciptaan, bukan sekadar mesin produksi. Diskusi ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelatihan data dan perlindungan hukum terhadap karya manusia.

“Al bukan hanya alat, tetapi juga bisa menjadi creative partner. la mampu memberi feedback objektif, membantu memperbaiki konsep, dan menjadi pendamping dalam proses kreatif,” kata Rato Tangela.

Sesi kedua berfokus pada pelestarian budaya. Dengan latar belakang Indonesia yang kaya akan tradisi, diskusi ini menggali bagaimana AI dapat digunakan untuk mengarsipkan naskah kuno, menerjemahkan teks tradisional, dan menciptakan simulasi budaya yang interaktif.

Azhar Muhammad Fuad dan Gustav Anandhita menekankan bahwa teknologi harus digunakan dengan mempertimbangkan nilai spiritual dan historis yang melekat pada budaya lokal. AI, menurut mereka, bisa menjadi medium baru untuk menghidupkan kembali cerita dan tokoh masa lalu, asalkan digunakan secara bijak dan sensitif.

Baca Juga :   Grup Band Cockpit+ Lahir, Siap Lanjutkan Tradisi Rock Genesis di Indonesia

Sesi terakhir membahas peran AI dalam industri musik. Di tengah kekhawatiran global terhadap penggunaan AI yang dianggap mengancam identitas kreatif musisi, diskusi ini juga menampilkan sisi optimis dari teknologi. Musisi independen mulai memanfaatkan AI untuk produksi, mixing, dan penulisan lirik.

Di Indonesia, platform seperti Trebel Music mulai mengintegrasikan fitur AI, sementara pemerintah menyiapkan regulasi untuk mengantisipasi isu seperti deepfake musik.

Noor Kamil dan Tuan Tigabelas menekankan bahwa meski AI membantu proses kreatif, rasa dan pengalaman tetap harus berasal dari sang artis. Mereka mengingatkan pentingnya berpikir kritis dalam menggunakan teknologi agar tidak kehilangan esensi dari karya itu sendiri.

“Harus ada critical thinking dari kita. Mau membuat lirik dengan prompt seperti apa pun, pada akhirnya kembali pada critical thinking kita, karena Al itu hanya asisten,” kata Noor Kamil. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League
Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you
Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On
Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua
Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang
Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa
People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox
LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta
AIDEA Weeks 2025 memasuki pekan kedua dengan rangkaian diskusi yang menggali lebih dalam hubungan antara kecerdasan buatan dan ekspresi manusia.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB