Gitar Cangkul Meraung di Album Perdana Trio Kuda Bertajuk Thrash Blues

- Editor

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grup band cadas, Trio Kuda. (Foto: Istimewa)

Grup band cadas, Trio Kuda. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Trio Kuda, unit musik asal Jakarta yang dikenal dengan pendekatan ekstrem terhadap kesederhanaan dan eksplorasi genre, resmi merilis album penuh perdana mereka bertajuk Thrash Blues pada Jumat, 7 November 2025.

Dirilis di bawah label independen Blues One Records, album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan musikal Anov Blues One, Reza Arfandy, dan Sastra Cipta Abyad, tiga musisi yang menolak tunduk pada pakem industri musik konvensional.

Album Thrash Blues berisi tujuh lagu yang merupakan gabungan antara materi lama dan karya baru. Daftar lagu dalam album ini meliputi Welcome, Sikat!, Killing Zone, Stay Alive, Satisfaction, Surga Atau Neraka, dan Setitik Cahaya.

Lagu terakhir disebut sebagai focus track yang menjadi andalan album, membawa pesan harapan di tengah keresahan sosial yang menjadi tema besar dalam karya mereka.

Trio Kuda menyebut genre mereka sebagai “Thrash Blues”, sebuah perpaduan antara blues rock dan thrash metal klasik.

Pengaruh dari nama-nama besar seperti Buddy Guy, Stevie Ray Vaughan, The White Stripes, Motorhead, Megadeth, dan Anthrax terasa dalam aransemen yang keras, mentah, dan penuh energi, namun tetap menyimpan kedalaman emosi dan kritik sosial.

Yang membuat Trio Kuda unik bukan hanya genre yang mereka ciptakan, tetapi juga cara mereka memainkan musik. Format band ini terdiri dari tiga pemain tanpa bass.

Anov Blues One memainkan gitar satu senar yang ia rakit sendiri dari gagang cangkul yang disebut “Gitar Cangkul”, sebagai simbol semangat akar rumput dan perlawanan terhadap kemewahan.

Reza Arfandy mengisi vokal sekaligus memainkan instrumen silang antara rhythm guitar dan bass, sedangkan Sastra Abyad mengandalkan drum pad sederhana yang bisa dimainkan di mana saja, kapan saja.

Baca Juga :   Lanjutkan Semangat Sang Ayah, Dimas Supartono Mantap Terjun ke Kancah Musik

Proses rekaman album ini dilakukan dengan pendekatan praktis dan cepat, memanfaatkan perangkat mobile untuk merekam di berbagai tempat. Filosofi ini sejalan dengan semangat root blues yang mengutamakan kejujuran dan spontanitas dalam bermusik.

Sebelum merilis album ini, Trio Kuda telah memperkenalkan diri lewat satu EP dan satu single. Lagu Sikat! dan Stay Alive sempat dirilis lebih awal dan mendapat respons positif dari komunitas musik independen.

Sementara Setitik Cahaya pernah dirilis oleh Reza Arfandy dan Anov Blues One lewat proyek kolaborasi mereka sebelum membentuk Trio Kuda bersama Sastra.

“Album ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang sikap. Trio Kuda menolak tunduk pada standar industri, memilih jalan yang lebih jujur dan yaa, bisa dibilang berani,” ujar Reza Arfandy.

Sementara Anov Blues One menambahkan, “Dengan album ‘Thrash Blues’, kami dengan lantang mengukuhkan diri sebagai salah satu suara paling liar dan otentik dari skena musik alternatif Indonesia saat ini”.

Bagi pendengar yang mencari sesuatu yang berbeda, mentah, dan penuh semangat, album Thrash Blues adalah ajakan untuk menyelami dunia Trio Kuda, dunia di mana gitar cangkul bisa mengaum, dan musik menjadi alat perlawanan.

Seluruh materi dalam album ini kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled
Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa
DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre
Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua
Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita
Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta
Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian
Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita
Trio Kuda resmi merilis album penuh perdana mereka bertajuk Thrash Blues di bawah label Blues One Records.

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB