DPR Usul Harga Gas Alam Rumah Tangga Disubsidi Seperti Gas Melon 3 Kg

- Editor

Senin, 16 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jargas Rumah Tangga GASKITA PGN. (Foto: PGN/Pelopor.id)

Ilustrasi Jargas Rumah Tangga GASKITA PGN. (Foto: PGN/Pelopor.id)

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengusulkan agar hargailah gas alam untuk rumah tangga miskin sebaiknya disubsidi oleh negara, seperti subsidi pada gas melon 3 kg. Usulan ini dilontarkan untuk mendongkrak permintaan gas alam dan mengurangi impor gas LPG.

Sedangkan terkait skema KPBU (kemitraan pemerintah dan badan usaha) mini, menurutnya masuk akal serta rencana Kementerian ESDM untuk merevisi Perpres Nomor 6 Tahun 2019 juga dinilainya bagus-bagus saja.

Tetapi ada syaratnya, yakni harga gas alam per satuan volume untuk pengguna keluarga mesti cukup menarik dibanding harga gas LPG non subsidi, apalagi kalau bisa mendekati harga gas melon 3 kg bersubsidi.

“Kalau Pemerintah sungguh-sungguh, saya usul agar gas alam untuk penggunaan rumah tangga miskin ini disubsidi saja oleh negara, seperti subsidi gas melon. Gas alam untuk penggunaan industri tertentu saja “disubsidi” oleh Pemerintah,” tutur Mulyanto kepada wartawan Senin (16/10/2023).

“Kenapa Pemerintah ragu untuk mensubsidi gas alam untuk penggunaan rumah tangga. Kita bisa alihkan anggaran subsidi gas melon 3 kg menjadi subsidi gas alam untuk keluarga miskin. Ini kan soal kantong kiri dan kantong kanan dana APBN,” sambungnya.

Sementara sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa jaringan gas menjadi perhatian Pemerintah, sehingga pada tahun 2024 akan ditingkatkan hingga 2,5 juta jaringan.

Jaringan gas PGN
Ilustrasi Jaringan Gas Rumah Tangga. (Foto: PT PGN/ Pelopor.id)

“Caranya tentu merubah Peraturan Presiden, sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut di dalam pengembangan jaringan gas kota. Dalam Peraturan Presiden nanti akan ditunjuk Menteri ESDM sebagai penanggung jawab untuk kerja sama KPBU,” tegas Menko Airlangga.

Sementara SKK Migas akan diberi tugas sebagai agregator untuk menyuplai LPG di harga USD4,72 per MMBtu yang ada di header-header dari distribusi untuk jaringan gas, sehingga KPBU bisa mulai kerja dari sana. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   25 Ribu Orang yang Sudah Divaksin Penuh Boleh Nonton World Superbike Mandalika

Berita Terkait

Lomba Desa Wisata Nusantara dan Lomba Literasi Budaya Desa Tahun 2024
Gandeng Damkar Bantaeng, Huadi Group Gelar Latihan Tanggap Darurat
Didukung Huadi Group dan Pemda Bantaeng, Taekwondo Optimis Raih Medali
AHY di WWF 2024: Masyarakat Dunia Harus Atasi Kelangkaan Lahan dan Air
Warga Bantaeng Akui Gerak Cepat Huadi Group dan Kodim 1410 Lewat Program RTLH
Huadi Group Berbagi Berkah Tiap Jumat, Jemaah Masjid: Alhamdulillah
Kata Adang Daradjatun Soal Sindikat Penjualan Narkoba dalam Kemasan Makanan
Bantu Korban Kebakaran di Sinoa, Huadi Group Salurkan Bantuan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:55 WIB

We The Fest 2024 Edisi Anniversary Siap Digelar di GBK Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 23:12 WIB

Satu-satunya di Asia Tenggara, Neck Deep Bakal Manggung di The Sounds Project 7

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:35 WIB

Emma Elliot Manggung Bareng Vagetoz dan Sun Of Monday di Swag Event

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:54 WIB

Solois Asal Madiun, Daniel Rumbekwan Rilis Single Lagu Populer Jawa

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:14 WIB

Bless The Knights Perkenalkan Single Agathos Saat Tur Sulawesi Selatan

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:22 WIB

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Manggung di Pestapora 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 16:36 WIB

Djakarta Warehouse Project 2024 Bakal Hadir di 13, 14, dan 15 Desember

Jumat, 28 Juni 2024 - 03:27 WIB

Other Side, Mini Album Solo Matheo In Rio Resmi Dirilis

Berita Terbaru