Hadirkan Puluhan Karya Seni, Pameran artina.Sarinah Resmi Dibuka

- Editor

Minggu, 18 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana konferensi pers Artina Sarinah #1. (Foto: Istimewa)

Suasana konferensi pers Artina Sarinah #1. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Gelaran festival seni rupa kontemporer bertajuk artina.Sarinah hadir di Gedung Sarinah Thamrin lantai 6, mulai 17 Desember 2022 – 19 Februari 2023. Mengangkat tema tema wastu/loka/kala, acara ini menjadi alternatif pengisi waktu liburan akhir tahun.

Gelaran artina.Sarinah merupakan pameran seni kontemporer yang mengangkat berbagai praktik dan karya-karya seni sebagai refleksi khazanah nilai budaya Nusantara. Tajuk “artina.”, merupakan paduan dari dua kata, yakni art: seni ; ina: Indonesia).

Karya-karya yang ditampilkan dalam wastu/loka/kala berupa khazanah tradisi (kesenian, pengetahuan, teknologi, kearifan sosial) yang benar-benar `hidup` dan `bertahan` dari waktu ke waktu. Bertahan dengan caranya sendiri, meski didera ancaman globalisasi yang mustahil terbendung.

Sederet seniman kenamaan seperti Asha Darra, Mella Jaarsma dan Joko Avianto (karya seni gigantic dari bambu), karyanya akan mewarnai gelaran artina.Sarinah.

Selain keduanya, berikut daftar seniman yang turut bergabung : Alfiah Rahdini, Bibiana Lee, Citra Sasmita, Dicky Takndare, Dwi Oblo, Dwi Sasono, Eddy Susanto, Eko Prawoto, Galam Zulkifli, Hansen Thiam Sun, Made Agus Darmika (Solar).

Ada pula Melati Suryodarmo, Meta Anjelita, Nano Warsono & Jogja Disability Arts, Popok Tri Wahyudi, Putu Sutawijaya, Radi Arwinda, Rubi Roesli, Ruth Marbun, Sasya Tranggono, Sigit Pamungkas & Gregorius Supie Yolodi, Sri Astari, Teguh Ostenrik & Yayasan Terumbu Rupa, Titarubi dan Yani Mariani Sastranegara.

Sederhananya, artina.Sarinah merupakan festival seni rupa kontemporer yang mengangkat wilayah wilayah irisan dengan praktek kesenian yang lain, terutama pertunjukan, film, musik, sastra dan arsitektur.

Fokus tematik dan beragam, namun tetap merefleksikan kreativitas dan nilai nilai khazanah budaya Nusantara.

Bersinergi dengan Sarinah sebagai Panggung Karya Indonesia, artina.Sarinah akan menjadi sebuah tempat sosialisasi, aktivasi dan sarana berjejaring antara para pelaku dalam ekosistem, seni melalui skema penthahelix (dunia bisnis, media, pendidikan, pemerintah dan komunitas).

Baca Juga :   Erick Thohir Bakal Bikin Sarinah Mini di Bandara

Direktur Utama Mojisa Creative, Morine Rociana mengatakan bahwa pameran artina.Sarinah akan dibuka untuk umum mulai 17 Desember 2022 dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 50.000 yang bisa dibeli melalui Tiket.com atau secara langsung di lokasi pameran.

Morine bilang, para pengunjung akan disuguhkan pengalaman yang tak terlupakan. Lantaran itu, pameran artina.Sarinah dinilai begitu sayang untuk dilewatkan.

“Kami berharap dapat memberikan sebuah pengalaman yang lebih bagi penikmat seni rupa di Indonesia,” kata Morine dalam siaran persnya.

“Selain itu juga dapat menjangkau ekosistem seni rupa yang lebih luas lagi, dimana nantinya akan dapat menjangkau para seniman seniman dari berbagai daerah,” tutur Morine Rociana.

Sementara Direktur Artistik artina. Heri Pemad mengatakan bahwa artina. lahir dari keinginan untuk menelisik kembali dan menampilkan perluasan, peleburan dan pencampuran berbagai tradisi penciptaan artistik yang termanifestasi dalam karya karya para seniman Indonesia.

“Selain mengangkat berbagai praktik dan karya seni yang telah ada, artina. juga mendorong lahirnya karya-karya baru melalui kolaborasi antar praktisi seni kontemporer di Indonesia,” kata Hari.

Mengambil tema wastu/loka/kala. Pameran artina.Sarinah #1 memproyeksikan adanya sebuah ranah kreativitas yang menembus kekakuan batas batas `wujud` (wastu), `ruang` (loka) dan `waktu` (kala).

“artina.Sarinah #1 menawarkan cara pandang yang dinamis dalam melihat Indonesia `hari ini`. Sekaligus mendedahkan suatu pemahaman Nusantara melalui kreatif para pencipta (kreator) Indonesia kontemporer,” tutur Heri Pemad. []

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tinju, Musik, dan Donasi: Kolaborasi Luar Biasa di Project 24
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Nuanssa dan Aldy Amis Hadirkan Film Pendek Brutal Bertajuk Cinta Kadang Anjing
Artis Senior Titiek Puspa Meninggal Dunia
Komedian Senior Mat Solar Meninggal Dunia
Garap Film Pengepungan di Bukit Duri, Joko Anwar Siapkan Judul Internasional
Albert Tanabe Ramaikan Program Musik Main-Main di Cipete
Synchronize Festival 2024 Sukses Digelar Selama 3 Hari

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:47 WIB

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:59 WIB

Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:10 WIB

Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Poster Terbaru Film Na Willa Tampilkan Dunia Imajinasi Anak

Berita Terbaru