KKP-UNDP Bangun Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan Melalui Ekonomi Biru

- Editor

Senin, 26 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier (kedua kanan) didampingi Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Ali Murtopo Simbolon (kanan) memperhatikan produk kulkas PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang akan diekspor ke Kamboja pada acara Pelepasan Ekspor Perdana di Jakarta, Jumat (23/09/2022). (Foto: Pelopor.id/Kemenperin)

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier (kedua kanan) didampingi Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Ali Murtopo Simbolon (kanan) memperhatikan produk kulkas PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang akan diekspor ke Kamboja pada acara Pelepasan Ekspor Perdana di Jakarta, Jumat (23/09/2022). (Foto: Pelopor.id/Kemenperin)

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia pada program Arafura-Timor Seas Ecosystem Action Phase II (ATSEA-2) untuk mendukung implementasi program ekonomi biru. Hal tersebut merupakan sinergi kedua lembaga dalam upaya pembangunan kelautan dan perikanan perikanan berkelanjutan.

Tujuan besar program ini adalah mempromosikan pembangunan berkelanjutan di wilayah Laut Arafura dan Laut Timor demi memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui restorasi, konservasi dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem laut dan pesisir sebagai salah satu perairan dengan produktivitas tertinggi di Indonesia untuk memastikan berjalannya konsep kedaulatan, keberlanjutan, dan kemakmuran masyarakat pesisir di kawasan perbatasan serta pulau terluar dan terdepan.

“Program ATSEA-2 merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan UNDP Indonesia dengan pendanaan dari Global Environment Facility. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengelolaan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan di Laut Arafura dan Laut Timor sejalan dengan kebijakan dan berbagai program prioritas KKP,” tutur Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP I Nyoman Radiarta saat membuka National Project Board (NBP) Program ATSEA-2, Rabu (21/9), di Bogor, Jawa Barat.

Ia mengatakan, Program ATSEA-2 telah diimplementasikan sejak 1 Februari 2019 dalam mendukung tata kelola kelautan dan perikanan di tingkat nasional dan daerah dan saat ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Berbagi strategi, upaya dan kegiatan teknis serta penguatan kapasitas pengelola telah diimplementasikan dalam rangka mencapai berbagai target yang telah dimandatkan dalam project document dengan berbagai tantangan yang ada seperti pandemi Covid-19 dan juga proses transformasi kelembagaan di BRSDM.

Menurutnya, tantangan pengelolaan kelautan dan perikanan di kawasan Laut Arafura dan Laut Timor masih banyak yang harus dijawab terutama dalam menghadapi berbagai isu seperti disparitas pembangunan, peningkatan kesejahteraan dan kapasitas masyarakat setempat, isu gender dan juga lintas batas serta bagaimana menyeimbangkan antara aspek ekologi dan ekonomi.

Pihaknya berterima kasih kepada UNDP Indonesia serta Project Management Unit baik pada tataran implementasi nasional maupun regional atas dukungan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan Program ATSEA-2 di Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan dan mengakselerasi berbagai upaya untuk mencapai target yang dimandatkan.

Baca Juga :   KKP Proses Hukum Pelaku Penambangan Pasir Laut di Pulau Rupat Riau

Target tersebut antara lain terkait pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan upaya restorasi dan keberlanjutan perikanan; pengarusutamaan gender dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan pesisir; restorasi sumber daya dan habitat terdegradasi untuk penyediaan jasa ekosistem yang berkelanjutan; mitigasi pencemaran laut; perlindungan spesies laut penting; adaptasi dampak perubahan iklim; serta penguatan tata kelola sumber daya di wilayah Laut Timor dan Arafura.

“Acara hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan teknis, terutama untuk meninjau tanggapan manajemen atas laporan Mid-Term Review, pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan implementasi program serta membahas strategi KKP yang terkait dengan kegiatan ATSEA-2 untuk periode implementasi 2023. Diskusi ini akan sangat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa program yang akan dilaksanakan berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan,” ungkap Nyoman.

Dilaporkan Kepala Pusat Riset Perikanan BRSDM sekaligus National Project Director ATSEA-2 Yayan Hikmayani, Program ATSEA-2 memiliki tiga fokus area prioritas sebagai daerah yang diintervensi, yakni Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku dan Kabupaten Merauke, Papua. Di lokasi-lokasi tersebut telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan yang juga didukung oleh Pemerintah Daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :   KKP Gagalkan Aksi Jual Beli Telur Penyu di Facebook

Sebelum pertemuan NBP, pihaknya telah melaksanakan pertemuan pendahuluan dengan unit-unit kerja lingkup KKP yang memiliki program irisan dengan target yang dimandatkan guna mencermati secara detil serta memberikan tambahan informasi, saran dan masukan atas implementasi, Laporan Mid-Term Review serta rencana kegiatan di tahun 2023 untuk Program ATSEA-2.

“Pertemuan pendahuluan telah menjaring berbagai masukan untuk perbaikan implementasi ke depan serta mengidentifikasi beberapa kegiatan yang diperlukan untuk direplikasi dan disinergikan guna mendukung pengelolaan kelautan dan perikanan terkait pengelolaan kawasan konservasi, finalisasi kelembagaan, pelaksanaan kegiatan berbasis kesetaraan gender, peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyadartahuan dengan mekanisme yang mudah dipahami serta pelatihan yang memerlukan koordinasi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan yang ada,” tegas Yayan.

Apresiasi datang dari UNDP Indonesia terhadap pencapaian kerja sama ini sebagaimana disampaikan oleh Head of Environment Unit UNDP Indonesia Aretha Aprilia. “Izinkan saya untuk mengapresiasi komitmen kuat dari kepemimpinan BRSDM. Saya berharap pertemuan kita hari ini dapat membantu kita mengembangkan kerja sama kita lebih jauh lagi dalam mendukung pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah,” tandasnya.

Baca Juga :   Charoen Pokphand Ekspor ke Arab Saudi Pertama Kali Sejak 2004

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya memandang ekonomi biru sebagai salah satu acuan utama untuk membuat laut Indonesia berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat maupun nasional. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak.

“Saya berharap KKP dapat terus bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, seluruh stakeholders perikanan, peneliti, komunitas internasional, dan Lembaga Pendidikan Tinggi untuk mencapai perikanan berkelanjutan Indonesia melalui pendekatan ekonomi biru untuk generasi masa depan kita,” ucap Menteri Trenggono. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sumatera Tunjukkan Potensi Kopi Dunia Lewat Indonesia Coffee Expo Medan 2026
Skor 3-1 Akhiri Laga Aston Villa vs Indonesia All Stars
Ribuan Orang Antusias Ikuti Undian Ancol Points di Panggung Sunset Sound
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Diduga Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi
Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2
Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:09 WIB

Gestone Villa & Resto Batu Karas Lestarikan Tradisi Hajat Laut Pangandaran

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Berita Terbaru

Dokumentasi laga Aston Villa Vs Indonesia All Stars. (Foto: Instagram/astonvilla)

Nasional

Skor 3-1 Akhiri Laga Aston Villa vs Indonesia All Stars

Minggu, 2 Agu 2026 - 01:37 WIB

Logo Organisasi sepak bola negara-negara Eropa UEFA. (Foto: Istimewa)

Internasional

Boikot FIFA, UEFA Nyatakan Piala Dunia Tidak untuk Dijual

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:41 WIB