Kurangi Volume TPA, Sampah Organik Disulap Jadi Pakan Ternak

- Editor

Rabu, 3 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengolahan sampah. (Foto: Pelopor.id/Pemkot Yogyakarta)

Pengolahan sampah. (Foto: Pelopor.id/Pemkot Yogyakarta)

Pelopor.id | Jakarta – Pengolahan sampah di wilayah akan menjadi unsur pendukung penting dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko pada Selasa (02/08/2022).

Data lapangan menunjukkan, 60 persen sampah di Kota Yogyakarta yang dibuang ke TPA Piyungan adalah sampah organik. Haryoko mengatakan, hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, mulai dari unsur pemerintah melalui DLH dan juga unsur wilayah melalui bank sampah, komunitas, serta unsur kewilayahan lainnya.

Seperti halnya di wilayah Kelurahan Giwangan yang sejak tiga bulan terakhir mengolah sampah organik, terutama sampah daun dan potongan ranting pohon, menjadi pakan ternak dan budidaya magot, dengan didukung oleh 13 Bank Sampah di wilayah Kelurahan Giwangan dalam pemilahan sampahnya.

“Dukungan dari DLH kami sediakan alat ataupun mesin pencacah, yang harapan ke depan tiap wilayah sudah memiliki alat pendukung masing-masing supaya titik pengolahan sampah organik semakin banyak dan bisa benar-benar menurunkan jumlah produksi sampah organik di Kota Yogya,” ujarnya.

Lurah Giwangan Kota Yogyakarta Dyah Murniwarini berharap, kolaborasi dari berbagai unsur wilayah dalam pengolahan sampah organik mampu menurunkan volume sampah organik yang dibuang ke TPA Piyungan hingga 20 persen.

“Manfaat dari pengolahan sampah organik selain mengurangi sampah di TPA juga untuk pakan ternak kelompok peternak di sekitar Giwangan, kemudian dari kotoran ternak diolah menjadi pupuk yang digunakan kelompok tani dari kampung sranggahan dan malangan untuk tanaman kelengkeng,” katanya.

Demikian juga menurut Ketua LPMK Giwangan Slamet Haryanto, dengan adanya pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak, menjadi salah satu jawaban atas permasalahan sampah di Kota Yogya. Dia mengatakan bahwa untuk menyelesaikan masalah sampah ini membutuhkan keterlibatan semua unsur, mulai dari pemerintah kota, korporasi, kampus, kampung serta komunitas.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sederet Program di Calender of Event Lombok Sumbawa 2022

Berita Terkait

Tidar Canangkan Target Menangkan Pileg dan Pilpres 2029 di Kongres IV Bali
Berdayakan Warga, Huadi Group Support Buka Puasa Bersama
Meski Dalam Kawasan Industri, Sholat Jumat dan Lima Waktu Betul-betul Hikmah
Sambut Bulan Suci Ramadan, Huadi Group Bantu Alat Kebersihan 14 Masjid di Papan Loe
PT Huadi Nickel Alloy Indonesia Wajibkan Karyawan Sadar K3 Sebagai Tanggung Jawab
Huadi Bantu Pasang Kubah Mesjid Jami Rahmat Desa Borong Loe
Support Apel Siaga Bencana, Dandim 1410 Bantaeng: Terimakasih Huadi Group
Ratusan Bibit Mangrove di Tanam Depan Jetty Huadi Group

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB