ASITA NTT: Jaga Ekosistem TN Komodo Bisa dengan Pembatasan Kunjungan, Jangan Naikkan Harga Mendadak

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komodo. (Foto: Mongabay)

Komodo. (Foto: Mongabay)

“Jalan lain untuk menjaga ekosistem tersebut ya dengan pembatasan kunjungan saja. Atau sekalian ditutup dengan jangka waktu tertentu mungkin. Jangan dibarengi dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dan mendadak seperti ini.”

Pelopor.id | Jakarta – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans menilai, untuk menjaga ekosistem, bisa dilakukan dengan pembatasan kunjungan atau penutupan dalam jangka waktu tertentu. Tetapi, jangan menaikkan harga secara signifikan dan mendadak. Pernyataan Abed ini, mengomentari kenaikan harga tiket masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo menjadi Rp3.750.000.

Tarif yang berlaku selama satu tahun mulai 1 Agustus mendatang itu, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, untuk biaya konservasi nilai jasa ekosistem lingkungan.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Sebut Digitalisasi Penting Bagi UMKM, Begini Alasannya

“Memang agak susah ya bila kita hadapkan antara recovery pariwisata dengan konservasi. Mungkin jalan lain untuk menjaga ekosistem tersebut ya dengan pembatasan kunjungan saja. Atau sekalian ditutup dengan jangka waktu tertentu mungkin. Jangan dibarengi dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dan mendadak seperti ini. Karena khususnya wisatawan domestik karakternya adalah harga paket perjalanan,” tegas Abed.

Abed Frans
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans. (Foto: Antara)

Menurutnya, lonjakan harga tersebut bukan hanya akan mempengaruhi wisatawan kelas menengah dan kelas bawah saja, tetapi juga seluruh segmen. Namun kini, pemerintah sudah mulai melakukan dialog dengan stakeholder terkait kebijakan tersebut.

“Untuk saat ini saya melihat mulai ada beberapa pertemuan antara industri dan pemerintah. Saya harapkan ada masukan-masukan dari industri yang diterima oleh pemerintah,” tandas Abed.

Baca Juga :   Kemenparekraf Beberkan 4 Tahapan Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, biaya tersebut merupakan total keseluruhan dari biaya konservasi nilai jasa ekosistem selama satu tahun yang diperoleh melalui kajian dari para ahli. Nilai jasa ekosistem adalah sumber daya alam yang menunjang keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, seperti air, oksigen, sumber makanan, dan mencakup pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan.

Selain itu, biaya ini juga sudah termasuk dengan tiket masuk kawasan TNK dan pemberian souvenir buatan masyarakat sekitar Pulau Komodo bagi wisatawan yang datang berkunjung.

“Ini merupakan suatu keinginan bagi tugas dan tanggung jawab kita masing-masing untuk menjaga kelestarian dari apa yang dititipkan kepada kita untuk nanti jutaan dan puluhan juta tahun ke depan karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kekayaan alam yang perlu kita jaga bersama,” tutur Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, (13/07/2022).

Baca Juga :   Promotor Konser The Script Hadirkan Kategori Tiket Baru

Menparekraf menilai, kebijakan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan yang menghargai upaya konservasi dan ikut membangun destinasi-destinasi lain di Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata unggulan. Kemudian melalui biaya konservasi ini, diharapkan dapat menunjang upaya pemerintah untuk menjaga kelestarian alam serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Jadi menurut saya kita akan fokus kepada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dan tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dari sisi ekonominya saja, tapi juga dari sisi pelestarian lingkungan dan segala aspek,” tegasnya.[]

Baca Juga :   Mentan Tinjau Kesiapan Supply Pupuk Iskandar Muda
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB