Indonesia Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

- Editor

Jumat, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ekonomi Syariah. (Foto:istimewa)

Ilustrasi Ekonomi Syariah. (Foto:istimewa)

Jakarta – Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Mulya E Siregar mengatakan, secara perlahan namun pasti, posisi Indonesia semakin menguat sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah dan industri halal dunia. Hal ini disampaikannya saat membuka virtual seminar LPPI yang ke-73 dengan topik Inovasi Keuangan Syariah Dalam Rangka Penguatan Alat Value Change di Jakarta, Kamis (14/04/2022).

Posisi Indonesia terus membaik dari tahun ke tahun, berdasarkan data Islamic Finance Country Index (IFCI) dalam laporan bertajuk Global Islamic Finance Report 2021, Indonesia masih berada di peringkat 10 besar dunia pada 2018, kemudian menempati peringkat kelima pada 2019 dan menjadi peringkat keempat pada 2020.

“Indonesia memiliki peluang untuk menjadi produsen halal dunia. Hal ini dibuktikan dengan semakin aktif Indonesia mengikuti pameran halal di berbagai negara dan menjalin kerja sama dengan negara-negara muslim di dunia,” tutur Mulya.

Ia juga menyampaikan, sektor industri produk halal juga ikut memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional selama pandemi Covid-19. Potensi industri halal tersebut diimbangi dengan potensi industri keuangan syariah nasional yang tak kalah besar.

Indonesia menduduki posisi 5 besar dunia dari 135 negara berdasarkan nilai asetnya berdasarkan laporan Islamic Finance Development Indicator (IDI) di 2020. Nilai aset Indonesia berada pada US$3 miliar, di bawah Arab Saudi yang mempunyai US$17 miliar dan Iran US$14 miliar, Malaysia US$10 miliar dan Uni Emirat Arab US$3 miliar.

Dengan mayoritas penduduk muslim, dan jumlah SDM yang banyak, seharusnya dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan ekonomi syariah di dunia. Indonesia dapat meningkatkan ekspor barang halal ke negara-negara muslim. Di sisi lain, semakin banyak negara non muslim mulai mengadopsi halal lifestyle sehingga menjadi menjadi peluang besar bagi Indonesia.

Baca Juga :   2021, Volume Transaksi JFX dan KBI Lampaui Pencapaian di 2020

Oleh sebab itu menurut Mulya, salah satu strategi dalam upaya pencapaian visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia adalah penguatan rantai nilai halal atau halal value chain. Penguatan ini salah satunya adalah dengan dukungan ekonomi keuangan syariah. Dalam hal ini lembaga lembaga keuangan syariah melalui inovasi yang sangat tergantung daripada regulator. OJK pada akhir tahun 2021 telah mengeluarkan ketentuan melalui POJK 12 dan POJK 13 yang intinya adalah beralihnya regulatory approach dari rule-based approach menjadi principle-based approach.

“OJK tidak lagi mengatur secara rigid, tapi diberikan kebebasan bagi bank ataupun lembaga keuangan untuk melakukan inovasi dalam rangka mengejar pertumbuhan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat. Regulasi ini sudah sangat mendukung sehingga memungkinkan bagi bank bank untuk melakukan inovasi dengan cepat juga,” tegasnya.

Mengingat regulasi telah mendukung, Mulya menegaskan saat ini tinggal kedewasaaan dari lembaga keuangan syariah untuk melakukan inovasi yang adalah kemampuan menghasilkan suatu produk ataupun aktivitas baru yang memenuhi kebutuhan masyarakat atau yang dikenal dengan user experience atau consumer experience.

“Nah, inilah barangkali kemampuan melakukan inovasi ini harus diimbangi dengan kemampuan melakukan mitigasi resiko yang tiada lain adalah kemampuan melakukan manajemen risiko yang canggih,” tandas Mulya. []

Baca Juga :   Pfizer dan BioNTech Uji Respon Imun Terhadap Vaksin Omicron
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:49 WIB

James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:08 WIB

Konser Janji Suci 25 Tahun Yovie & Nuno Rayakan Seperempat Abad Berkarya

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB