Sewa Targeted Victory, Facebook Danai Kampanye Anti TikTok

- Editor

Jumat, 1 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Facebook dan TikTok. (Foto: Pixabay/AzamKamolov)

Ilustrasi Facebook dan TikTok. (Foto: Pixabay/AzamKamolov)

Jakarta – Induk usaha Facebook, Meta Platform Incorporated, memperkerjakan konsultan Partai Republik, Targeted Victory, untuk membuat publik menentang platform berbagi video pendek asal Tiongkok, TikTok. Salah satu kampanye yang terungkap melalui e-mail internal menunjukan, TikTok akan digambarkan sebagai bahaya untuk anak-anak dan masyarakat Amerika Serikat.

Washington Post melaporkan, email internal tersebut menunjukkan, langkah-langkah Meta berserta mitranya, dalam menggunakan taktik penelitian oposisi terhadap TikTok sebagai saingannya seperti dilansir Kamis, (31/03/2022)

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Meta Platform berupaya menyingkirkan TikTok, lantaran hasil penelitian pada tahun lalu menunjukan, remaja-remaja di Amerika serikat menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan Tiktok di banding Instagram.

Kabar tentang keputusan Facebook mempekerjakan Targeted Victory, muncul hanya beberapa minggu setelah perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka kehilangan pengguna untuk pertama kalinya dalam 18 tahun sejarah perusahaan. Laporan pendapatan Meta baru-baru ini, juga menunjukkan bahwa pengguna aktif Facebook turun hampir 500.000 pada akhir tahun lalu.

Targeted Victory sendiri, adalah salah satu vendor terbesar untuk kampanye Partai Republik. Pada tahun 2020, perusahaan memperoleh lebih dari US$230 juta, dan klien terbesarnya berasal dari kelompok-kelompok seperti super PAC pro-Trump dan America First Action.

Partai Republik diketahui telah menjadi kritikus TikTok yang paling keras. Anggota parlemen seperti Senator Marco Rubio telah mendorong agar aplikasi tersebut diselidiki untuk penyensoran, dan mantan Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang TikTok. Namun, perintah itu tidak menghasilkan apa-apa sebab Tahun lalu Presiden Joe Biden telah mencabutnya. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Meta Hapus Ratusan Akun Facebook Jelang Pemilu Filipina

Berita Terkait

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif
Dorong Implementasi ESG Dalam Bisnis, Bank Jakarta Raih Penghargaan Regional Banking ESG Excellence Award 2025
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB