Uber Technologies Kantongi Izin Operasional di London

- Editor

Senin, 28 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock.com/Tero Vasalainen)

Ilustrasi Uber. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock.com/Tero Vasalainen)

Jakarta – Otoritas Transportasi London (Transport for London/TfL) menyatakan bahwa mereka telah memberikan Uber Technologies Inc izin operasional di London selama 30 bulan.

“Uber telah diberikan lisensi operator kendaraan sewa swasta London untuk jangka waktu 2,5 tahun,” tutur Juru Bicara TfL dikutip dari BBC oleh The Verge, Minggu (27/03/2022).

Izin ini, sekaligus mengakhiri permasalahan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California itu selama bertahun-tahun dengan regulator setempat terkait keamanan transportasi.

Uber pertama kali kehilangan lisensi untuk beroperasi di London pada 2017 silam setelah TfL menuduh perusahaan ini kurang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan publik.

Kekurangan Uber dalam hal melaporkan pelanggaran pidana, mengeluarkan pemeriksaan latar belakang pengemudi, memperoleh sertifikat medis, dan juga dugaan penggunaan Greyball, perangkat lunak yang menyembunyikan layanan tumpangan dari regulator.

Uber kemudian memenangkan banding 15 bulan di pengadilan, kemudian pada 2019 izinnya dicabut lagi setelah TfL menilai perusahaan itu masih belum layak untuk beroperasi di kota tersebut. Setahun kemudian, seorang hakim memberi Uber lisensi untuk beroperasi di London selama 18 bulan.

Uber selama bertahun-tahun, telah menambahkan sejumlah fitur keselamatan, termasuk tombol panik dalam aplikasi, cara bagi pengendara untuk melaporkan perilaku tidak aman pengemudi mereka, serta kemampuan bagi pengemudi dan pengendara untuk merekam audio selama perjalanan.

Uber juga kalah pada tahun lalu dalam pertempuran hukum di Inggris atas status pekerjaan pengemudinya. Kekalahan ini, mengharuskan Uber mulai mengklasifikasikan pengemudi yang berbasis di Inggris sebagai karyawan, memberi mereka upah minimum, liburan berbayar, dan tunjangan lainnya. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kasus Omicron Inggris Capai 37 ribu perhari, Sandiaga Uno: Perjalanan Ke Luar Negeri Sebaiknya Dibatalkan

Berita Terkait

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif
Dorong Implementasi ESG Dalam Bisnis, Bank Jakarta Raih Penghargaan Regional Banking ESG Excellence Award 2025
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB