Produsen Nikel Tsingshan Terancam Kehilangan USD 8 Miliar

- Editor

Selasa, 15 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pabrik Pengolahan Nikel. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Ilustrasi Pabrik Pengolahan Nikel. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Pelopor.id | Produsen nikel terbesar di dunia, Grup Tsingshan Holding mengalami kerugian besar akibat lonjakan harga nikel yang mencapai lebih dari USD 100.000 per ton pekan lalu. Ditambah lagi dengan London Metal Exchange (LME) telah menghentikan perdagangan nikel.

Tsingshan disebut harus melunasi posisi short yang beredar sekitar USD 8 miliar. Jika tidak ingin memenuhi opsi itu, maka Tsingshan harus mampu membuktikan bahwa pasokan nikel mereka cukup untuk memenuhi semua pesanan.

Menanggapi hal itu, sejumlah analis menilai Tiongkok dapat menukar sebagian cadangan nikel kadar tinggi untuk besi nikel kadar rendah (NPI) yang diproduksi Tsingshan, untuk membantu memenuhi standar kualitas LME. Diperkirakan, stok nikel negara mencapai sekitar 100.000 ton.

“Pasar merasakan bahwa (Tsingshan) akan bergerak, tetapi mereka mungkin melakukannya terlalu dini. Juga tidak ada yang mengantisipasi apa yang terjadi di Ukraina,” ujar analis nikel utama Wood Mackenzie Angela Durrant yang dikutip dari Reuters.

Tsingshan didirikan oleh taipan Tiongkok, Xiang Guangda, pada tahun 1988. Awalnya, perusahaan itu memproduksi baja tahan karat. Kemudian pada tahun 2009, Xiang mulai menjajaki pasar Indonesia dan selama dekade berikutnya, ia mendominasi industri nikel global dengan nikel pig iron murah.

Tsingshan juga mempelopori dua pusat nikel utama Indonesia, termasuk kawasan industri Morowali di Sulawesi Tengah, yang mempekerjakan lebih dari 40.000 orang. Fasilitas tersebut ditargetkan bisa memproduksi 850.000 ton ekuivalen nikel pada tahun ini dan meningkat jadi 1,1 juta ton pada 2023.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   LaNyalla Minta Pemerintah Hentikan Masuknya Imigran Tiongkok yang Dinilai Tidak Nasionalis dan Religius

Berita Terkait

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang
Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB