Pelopor.id – Gempabumi bermagnitudo 6.1 mengguncang Kabupaten Pasaman pada Jumat (25/2), Sumatera Barat. Mengutip Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gempa telah mengakibatkan korban jiwa 10 orang, 10 orang luka berat, 76 orang luka ringan, dan 6.002 jiwa mengungsi.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pun langsung terjun mengecek salah satu bangunan yang terdampak gempa, yakni Madrasah Al Wahid di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Bangunan sekolah ini, tampak rusak di beberapa tempat. Dindingnya masih berdiri, namun retak parah dan sangat berpotensi roboh.
Dalam kunnjungan ini, Mensos menyampaikan kepada masyarakat dan tokoh setempat bahwa kemandirian dan kesiapsiagaan sangat penting dalam menghadapi gempa susulan yang mungkin terjadi. Untuk memberikan contoh, Mensos meminta petugas membawa salah satu tenda merah.
Kemudian ia mengajak warga setempat, bersama-sama mendirikan tenda tersebut di halaman madrasah. Selain itu, Mensos juga akan mendirikan lumbung sosial. Di lumbung sosial akan diisi dengan berbagai kebutuhan yang menunjang kelangsungan hidup warga terdampak bencana.
Isinya antara lain, adalah bahan makanan, selimut, karpet, tenda, genset, BBM dan pemurni air. Untuk keperluan itu, Mensos meminta kepada Pemkab Pasaman Barat untuk menentukan dimana titik koordinat dimana lumbung sosial akan didirikan. Selain ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Mensos juga mengunjungi Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.
Dalam kunjungan itu, Mensos menyerahkan santunan kepada ahli waris senilai Rp15 juta/jiwa. Sebanyak 10 jiwa diberikan santunan, dengan 2 di antaranya diserahkan langsung oleh Mensos. Dari 10 jiwa itu, 4 jiwa merupakan warga Kabupaten Pasaman Barat dan 6 orang lainnya adalah warga Kabupaten Pasaman.
Selain santunan ahli waris, Kemensos juga mengirimkan bantuan logistik dari Gudang Regional di Palembang dengan bantuan logistik berupa pampers, makanan siap saji, sandang bayi, pembalut wanita, tenda gulung, tenda keluarga dan lain sebagainya. []












