Pelopor.id | Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison sepanjang tahun lalu mencetak pendapatan senilai Rp 31,3 triliun. Angka itu bertumbuh dua digit, yaitu sebesar 12,4% dibanding tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy).
Demikian juga EBITDA perusahaan meningkat 21,4% secara yoy, menjadi Rp 13,8 triliun. Capaian itu antara lain didorong oleh pertumbuhan top-line yang berkelanjutan dan inisiatif pengoptimalan biaya yang berkelanjutan.
Kemudian, pendapatan selulernya tercatat tumbuh 10% secara yoy menjadi Rp 25,3 triliun. Sepanjang tahun lalu, total jumlah pelanggan Indosat tercatat mencapai 62,9 juta, bertumbuh 4,4% dari tahun sebelumnya.
Laporan keuangan ini pun menandai tahun buku terakhir perusahaan tersebut sebelum merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia, sehingga kini namanya menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.
Selama tiga tahun terakhir, kinerja Indosat Ooredoo Hutchison terbilang memuaskan. Dalam konferensi pers virtual pada Selasa (22/02/2022), President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, kinerja positif itu didukung oleh pelaksanaan strategi turnaround yang terfokus.
Ke depannya, perusahaan tersebut berkomitmen memperluas jangkauan 4G di berbagai daerah di Indonesia, dan juga menambah 187 site baru untuk menyediakan konektivitas internet di daerah terpencil di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan untuk jaringan 5G, Indosat Ooredoo Hutchison telah merilisnya di Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar dan Balikpapan.[]












