Tanggapan Credit Suisse Soal Kebocoran Data Besar-besaran

- Editor

Senin, 21 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggapan Credit Suisse Soal Kebocoran Data Besar-besaran. (Foto:Pelopor.id/ Stefan Wermuth/Bloomberg)

Tanggapan Credit Suisse Soal Kebocoran Data Besar-besaran. (Foto:Pelopor.id/ Stefan Wermuth/Bloomberg)

Pelopor.id – Credit Suisse memberi tanggapan terkait kebocoran data besar-besaran yang mengungkap kekayaan tersembunyi beberapa klien. Bank terbesar kedua di Swiss ini, membantah adanya kelalaian internal dalam hal ini.

Menurut mereka, hal-hal yang disajikan sebagian besar bersifat historis, dalam beberapa kasus sejak tahun 1940-an dan laporan tentang hal-hal ini didasarkan pada informasi parsial, tidak akurat, atau selektif yang diambil diluar konteks.

Data yang bocor itu, mencapai lebih dari 18.000 rekening bank dengan total simpanan lebih dari US$100 miliar (£73.6 miliar) yang dibocorkan seorang whistleblower kepada surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung. Data ini termasuk akun pribadi, bersama, dan perusahaan, serta yang dibuka sejak tahun 1940-an.

Hampir 50 organisasi media telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk meneliti data tersebut dan kemudian menemukan bukti rekening Credit Suisse telah digunakan oleh klien yang terlibat dalam kejahatan serius seperti pencucian uang atau perdagangan narkoba.

Namun, bank Swiss menolak menolak tuduhan dan sindiran tentang dugaan praktik bisnis bank atau kurangnya uji tuntas yang dilakukan pada Minggu, (20/02/2022).

Beberapa organisasi media seperti The Guardian dan New York Times, telah mengklaim bahwa bank tersebut membuka atau mengelola rekening untuk klien berisiko tinggi, termasuk penjahat dan individu yang terlibat dalam perdagangan manusia.

Sementara BBC melaporkan, akun perbankan Swiss yang bocor juga berisi data klien yang tidak melakukan kesalahan. Data tersebut dibagikan kepada lebih dari 40 organisasi media di seluruh dunia oleh kelompok jurnalisme nirlaba.

Yakni, Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir. Data tersebut, berisi rekening bank sejak beberapa dekade yang kebanyakn dibuka dari tahun 2000 dan seterusnya, meskipun data operasi bank saat ini tidak termasuk di dalamnya.

Baca Juga :   Jepang-ASEAN Tingkatkan Kerja Sama Keamanan Maritim

Sementara Credit Suisse, mengaku telah meninjau sejumlah besar akun yang berpotensi terkait dengan masalah yang diangkat dan menurut mereka sekitar 90 persen dari akun yang ditinjau telah ditutup atau sedang dalam proses penutupan. Adapun lebih dari 60 persennya ditutup sebelum tahun 2015 silam.

Credit Suisse juga menyatakan, tuduhan media ini merupakan upaya bersama untuk mendiskreditkan tidak hanya bank tetapi pasar keuangan Swiss secara keseluruhan, yang telah mengalami perubahan signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung melaporkan, sumber anonimnya menyebut motivasi mereka untuk membocorkan catatan lebih dari setahun yang lalu lantaran undang-undang kerahasiaan perbankan Swiss tidak bermoral. Dalih melindungi privasi finansial hanya menutupi peran memalukan bank Swiss sebagai kolaborator penghindar pajak.

Credit Suisse , didirikan tahun 1856 dengan nama Schweizeriche Kreditanstalt. Perusahaan ini memiliki empat divisi, yakni Perbankan Investasi, Perbankan Swasta, Manajemen Aset, dan Grup Jasa Bersama yang menyediakan pemasaran dan dukungan kepada tiga divisi lainnya.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB