Pelopor.id – Nestle, produsen makanan dan minuman multinasional mengumumkan kemungkinan naiknya harga cokelat KitKat pada tahun 2022 ini akibat meningkatnya biaya produksi barang.
Nestle mengaku, sebelumnya mereka telah menaikkan harga sebesar 3 koma 1 persen pada kuartal IV-2021 untuk mengimbangi kenaikan biaya operasional. Menurut Nestle, asumsi yang aman bahwa kenaikan biaya input untuk 2022 akan lebih tinggi dari 2021.
“Adalah asumsi yang aman bahwa kenaikan biaya input kami untuk 2022 akan lebih tinggi dari 2021. Itu adalah sesuatu yang harus kami renungkan dalam penetapan harga kami. Hampir tidak ada perusahaan yang bebas dari inflasi sekarang,” tutur CEO Nestle Mark Schneider dikutip dari BBC, Jumat,(18/02/2022)
Sementara Reckitt Benckiser, produsen kondom Durex mengumumkan bahwa alat kontrasepsi buatannya itu akan naik. Namun mereka berharap sebagian besar kenaikan dapat ditekan.
Biaya Reckitt naik 11% pada 2021. Meski demikian, tidak berarti harga kondom akan naik dengan persentase sebesar itu. Sebab, perusahaan memiliki cara untuk mengurangi dan mengelola harga.
“Kami peduli dengan daya saing merek kami,” ungkap Kepala Eksekutif Reckitt Benckiser, Laxman Narasimhan.
Perusahaan barang konsumen sebelumnya telah memperingatkan kenaikan harga untuk produk akibat kenaikan biaya bahan baku, energi dan tenaga kerja. Ini akan meningkatkan tekanan pada rumah tangga yang menghadapi krisis biaya hidup.
Berdasarkan data terbaru, inflasi mencapai level tertinggi selama 30 tahun sebesar 5,5% pada tahun ini hingga Januari 2022. Bank of England sendiri memperkirakan bahwa biaya hidup dapat mencapai lebih dari 7% pada musim semi, jauh di atas target inflasi 2%.
Sementara biaya gas dan listrik akan meningkat pada bulan April ketika batas harga energi baru yang lebih tinggi diperkenalkan. Pada saat yang sama, perusahaan, staf mereka dan wiraswasta akan membayar 1,25 lebih banyak dalam pound untuk Asuransi Nasional. []












