Pelopor.id | Personel Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC memberikan kursus kilat kepada siswa SMP Negeri 1 Senggi tentang cara bermain gitar dan seruling sebagai sarana hiburan. Kursus kilat itu dilakukan di Pos Senggi Satgas Yonif 126/KC, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Kursus kilat ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, termasuk dari para siswa. Mereka pun berharap pembelajaran ini bisa terus berlanjut.
“Selain melatih dan mengembangkan bakat ataupun hobi, serta kreativitas musik yang diberikan personel Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Senggi juga untuk menghindarkan dampak phubbing terhadap anak-anak di perbatasan RI-PNG,” ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Letkol Inf Dwi Widodo, dalam keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id.
Mengutip SehatQ, phubbing adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mengabaikan lawan bicara akibat sibuk atau asyik sendiri dengan smartphone-nya.
Awalnya, istilah ini populer di Australia untuk menggambarkan orang-orang yang mengabaikan teman atau keluarga mereka dan lebih memilih memainkan ponselnya.
Jika tak segera dihilangkan, phubbing dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dari diri sendiri dan lawan bicara. Ketika Anda mengabaikan ajakan orang lain mengobrol, maka lawan bicara mungkin akan merasa ditolak atau dikucilkan. []












