Pelopor.id | Investor terpantau kembali melakukan pembelian terhadap kripto berkapitalisasi pasar utama, termasuk Bitcoin dan Ethereum, menjelang data utama harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Aksi ini pun memicu penguatan kripto dalam perdagangan hari ini.
“Data ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu Federal Reserve AS untuk memperketat kebijakan moneternya,” kata Chief Executive Officer (CEO) Litedex Protocol Andrew Suhalim, dalam keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id.
Investor meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Maret. Namun, Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester mengatakan tidak melihat kasus yang menarik untuk memulai dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin.
Meski begitu, Mester menambahkan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan setelah bulan Maret akan tergantung pada kekuatan inflasi.
Selain itu, bank investasi asal AS, JPMorgan Chase & Co. menyebut, Bitcoin rata-rata di harga USD 38.000 per koin adalah nilai yang wajar tahun ini, lantaran tantangan terbesarnya adalah volatilitas yang tinggi. Kemudian, ada siklus boom and bust yang membuat berbagai institusi masih ragu mengadopsi Bitcoin.
Dilansir dari coinmarketcap.com, Ethereum meningkat 3,29 persen dalam 24 jam terakhir, menjadi USD 3.226 per keping. Ethereum telah mencetak kinerja positif dengan kenaikan 19,63 persen dalam sepekan terakhir.
Sedangkan Bitcoin tercatat turun tipis 0,06 persen ke posisi USD 44.128 per koin. Meski demikian, Bitcoin sudah meraih kenaikan 19,34 persen dalam sepekan terakhir. []












