Pelopor.id – Indonesia Fintech Society (IFSoc) mengapresiasi terobosan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam melakukan digitalisasi data kependudukan.
Digitalisasi tersebut dinilai para pengamat yang tergabung IFSoc mendorong penerapan ‘electronic Know Your Costumer’ (e-KYC) yang sentral dalam pelayanan publik, khususnya di industri perbankan dan transaksi finansial lainnya.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa, juga berbagai terobosan dari Ditjen Dukcapil selama ini, sehingga e-KYC bisa terwujud dengan sangat baik,” tutur Karaniya Dharmasaputra, anggota Steering Committee IFSoc, di acara konferensi pers “Perluasan Peran Strategis e-KYC dalam Mengatasi Kejahatan Siber”, Senin (7/2/2022).
Karaniya menjelaskan, e-KYC tidak mungkin diwujudkan apabila Indonesia tidak memiliki satu integrator data yang menyediakan akses, melakukan verifikasi, dan melakukan validasi terhadap kebenaran dan keabsahan data yang tengah ditelisik. Semua itu, disediakan Ditjen Dukcapil melalui kebijakan berbagi pakai data kependudukan secara digital.
Apresiasi terhadap Ditjen Dukcapil juga disampaikan anggota Steering Committee IFSoc lainnya, yakni Hendri Saparini. Menurutnya, kinerja Ditjen Dukcapil dalam memberikan identitas terhadap penduduk menjadi modal besar dapat diterapkannya e-KYC di Indonesia.
“Saya rasa kita semua perlu bangga. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tetapi kecepatan tingkat kepemilikan identitas di Indonesia sudah cukup bagus (hanya 1 persen wajib KTP-el yang belum memiliki KTP-el). Kita bandingkan misalnya di India, masih ada 12 persen yang belum memiliki digital ID,” kata Hendri.
- Dirjen Dukcapil: Selfie dengan KTP-el Bahaya
- Dirjen Dukcapil: Orang Ingin Rekam-Cetak KTP-el Luar Domisili Jangan Ditolak
- Tidak Perlu Fotocopy Lagi, E-KTP Bakal Pindah ke Handphone
Hal ini, diamini anggota Steering Committee IFSoc lainnya yang juga berkesempatan hadir dalam konferensi pers tersebut yakni Syahraki Syahrir. Ia menyampaikan, di saat pemenuhan identitas menjadi tantangan dalam ekosistem ekonomi digital, Ditjen Dukcapil hadir menyelesaikan masalah.
“Pada saat bicara digitalisasi, maka identitas menjadi tantangan. (Meski demikian) Indonesia sudah memiliki achievement yang cukup baik dalam rangka kita memiliki identitas digital, salah satunya dalam bentuk KTP-el,” tandas Syahraki. []












