Komisi VI Apresiasi Kehadiran Aplikasi Telemedisin di Indonesia

- Editor

Senin, 7 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi telemedisin. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Ilustrasi telemedisin. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Pelopor.id | Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengapresiasi kehadiran aplikasi telemedisin di Indonesia, lantaran telah banyak memberikan manfaat dan edukasi kepada masyarakat.

Rudi menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat umum Komisi VI DPR RI dengan Direktur PT Alodokter Teknologi Solusi, Managing Director PT Good Dokter Teknologi Indonesia, Chief Executive Officer PT Media Dokter Invastama, Chief Executive Officer PT Media Komunika Teknologi dan Direktur PT Sehat Harsana Emedika di Gedung Nusantara I, Jakarta, hari ini (07/02/2022).

Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang kesiapan layanan telemedis menghadapi ancaman kenaikan Covid-19 varian Omicron.

Menurut politikus NasDem itu, keberadaan telemedisin membuat masyarakat memiliki referensi bacaan mengenai penyakit dan obatnya. Dengan demikian, masyarakat memiliki pemahaman yang baik terhadap pengobatan suatu penyakit dengan dibantu dokter-dokter secara virtual.

“Jadi dengan adanya dokter digital ini terbantu, saya juga terbantu ketika saya bilang saya sakit begini, diresepkan antibiotiknya ini, kirim obatnya melalui jasa kurir, melalui apotik mitra telemedisin,” kata Rudi seperti dikutip dari Parlementaria.

Selain itu, ia juga menyoroti tentang kualitas pelayanan dokter di aplikasi telemedisin. Menurutnya, dokter-dokter tersebut perlu diberikan pengarahan dan pendidikan tentang bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Jadi saya pernah mengalami sendiri hanya (sakit) ringan, saya pakai jasa Halodoc, jadi melalui aplikasi saya harus bayar (jasa) dokternya Rp 50 ribu, Rp 100 ribu tergantung lah itu. Lalu melalui WA (WhatsApp), tersambunglah kepada dokter tersebut, tapi dokter ini ada yang kurang kooperatif. Harusnya dididik lagi, jangan pakai dokter yang kualitas (pelayanannya) seperti itu,” ujarnya.

Terakhir, legislator dapil Sumatera Utara III ini meminta agar aplikasi telemedisin di Indonesia dapat memperluas pelayanannya hingga ke desa-desa, serta meningkatkan pelayanan dengan memberikan layanan konsultasi dokter yang tersedia selama 24 jam. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Komisi III: Pencegahan Narkoba Bisa Dimulai Lewat Desa Siaga

Berita Terkait

Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Dukung Program Sanitasi Ramah Lingkungan Melalui Peresmian Instalasi Biodigester Komunal
FDA Setujui 4 Laboratorium Indonesia Uji Celsium-137
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
JFW 2026 Hadirkan Perpaduan Tradisi dan Inovasi dalam Mode Indonesia
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru