Pelopor.id | Indeks dollar melemah pada perdagangan hari Kamis (20/01/2022). Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut, pelemahan itu antara lain dipicu oleh reli minggu ini dalam imbal hasil Treasury AS berhenti didorong oleh harga komoditas yang tinggi dan berlanjutnya optimisme tentang pertumbuhan ekonomi global dimasa depan.
Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve (The Fed), diprediksi akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebulan lalu, untuk mengekang inflasi yang terus tinggi. Inflasi ini sekarang menjadi ancaman terbesar bagi ekonomi AS pada 2022, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.
“Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Fed berikutnya, yang akan diturunkan pada 26 Januari. Keputusan kebijakan dari bank sentral di Indonesia, Malaysia, Norwegia, Turki, dan Ukraina akan jatuh tempo di kemudian hari,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (20/01/2022).
Sedangkan faktor Internal, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan bulan ini. Namun ke depan, kemungkinan akan searah dengan tren kebijakan moneter global, yaitu menaikkan suku bunga acuan.
Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejawatnya dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Januari 2022 pada 19-20 Januari 2022. Konsensus pasar yang dihimpun para analis memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5.
“Jika sesuai ekspektasi, maka suku bunga acuan akan bertahan di 3,5% sejak Februari 2021 atau hampir setahun. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka. Namun tidak akan selamanya BI mempertahankan bunga acuan,” ucap Ibrahim.
Pelaku pasar memperkirakan, BI 7 Day Reverse Repo Rate akan mulai naik pada pertengahan tahun ini sebanyak 50 basis poin. Namun, kenaikan ini masih akan tergantung dari perkembangan inflasi domestik.
Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat 23 poin, meski sebelumnya sempat menguat 24 point di level Rp 14.341, dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.364.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi, mata uang rupiah dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp 14.320 – Rp 14.380. []
Baca juga: Setelah MUI dan NU, Kini Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Terhadap Bitcoin Cs












