Pelopor.id – Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa kasus Covid-19 varian Omicron meningkat cukup signfikan dan transmisi lokal mendominasi tetapi kasus kematian masih terus terjaga.
Namun, Pemerintah memprediksi peningkatan kasus berpotensi naik lebih tinggi di Provinsi DKI Jakarta jika semua kalangan tidak hati-hati. Menurut Menko Luhut, ini alarm agar kita waspada terhadap varian baru Covid-19 ini.
“Pemerintah menyadari cepat atau lambat akan terjadi peningkatan kasus seperti yang terjadi kemarin dimana telah menyentuh angka 1054 kasus per hari. Terakhir kita mencapai angka tersebut adalah pada 14 Oktober 2021 yang lalu,” tutur Menko Luhut Minggu,(16/1/2022).
Menko Luhut menjelaskan, kasus transmisi lokal sudah lebih tinggi dari kasus transmisi yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri. Kasus didominasi oleh wilayah Jawa dan Bali terutama Provinsi DKI Jakarta.
“Kenaikan kasus di Jawa Bali juga terlihat pada provinsi Jawa Barat dan Banten, hal tersebut didorong oleh wilayah mereka yang masuk dalam bagian Aglomerasi Jabodetabek,” sebutnya.
Khusus untuk wilayah lain di Jawa Bali, kasus di Provinsi lain diluar Jakarta, Jawa Barat dan Banten relatif lebih terjaga, namun penyebaran kasus diprediksi juga akan 3 menyebar lebih cepat mengingat mobilitas yang terjadi di Jawa Bali sudah sangat tinggi sekali.
Dengan terjadinya peningkatan kasus menyentuh angka seribu kasus perhari, lanjut Menko Luhut, Pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk membendung terjadinya keparahan yang lebih dalam yang disebabkan varian ini.
Pemerintah akan melakukan akselerasi vaksin Booster bagi seluruh masyarakat utamanya yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan penegakan protokol kesehatan yang dilakukan lebih masif untuk menahan laju penyebaran kasus. Persyaratan masuk ke tempat publik akan diperketat, hanya yang sudah vaksinasi dua kali dapat beraktivitas di tempat publik.
Pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia terutama di provinsi, kabupaten, kota yang belum mencapai 70 persen.
“Saya memohon khusus kepada seluruh Kepala Daerah dan Pimpinan Wilayah di daerah-daerah yang dosis 2 umum dan Lansia masih di bawah 70% untuk mempercepat vaksinasi supaya memberikan perlindungan terhadap varian Omicron,” pinta Menko Luhut. []












