Habib Kribo Dianggap Hina Bangsa Arab, CEO The Billionaire Deals Ngamuk

0
CEO The Billionaire Deals, Anis Prince Dache dan Habib Kribo
Kolase foto CEO The Billionaire Deals, Anis Prince Dache (kanan) dan Habib Kribo (kiri). (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – CEO The Billionaire Deals, Anis Prince Dache ngamuk di media sosial terkait pernyataan Zein Assegaf alias Habib Kribo yang dianggap menghina Bangsa Arab. Pria berparas Timur Tengah tersebut, sebelumnya mengaku menerima video berisi pernyataan Habib Kribo.

“Yang dia buat di YouTube yang mengatakan bangsa Arab tidak punya kehormatan kalau bukan Kabah. Bangsa Arab belum pernah melahirkan orang intelektual, dan katanya tidak punya budaya,” tutur Anis Prince Dache dalam sebuah video yang beredar di Twitter juga di TikTok Rabu, 12 Januari 2022.

Ucapan Kribo dianggap menghina lantaran pria yang disebut-sebut sebagai Habib malah justru memiliki intelektual nol.

“Mau jelasin aja ke dia, kayaknya level intelektual dia nol. Dia ngatain orang lain tidak memiliki intelektual. Tapi ilmu dan intelektual dia sendiri nol,” tegas Anis Prince Dache.

Anis Prince Dache
CEO The Billionaire Deals, Anis Prince Dache. (Foto:Pelopor.id/The Billionaire Deals)

Mantan Diplomat PBB dan mantan Chief of Protocol & Etiquette African Union ini menjelaskan, bahwa bangsa Arab tidak hanya Arab Saudi saja. Tetapi, ada 22 negara yang telah melewati seribu peradaban.

“Bangsa Arab itu bukan hanya Saudi Arabia saja. Terdapat 22 negara dan telah melewati seribu peradaban. Bukan satu atau dua peradaban,” tandasnya.

Pria yang masuk ke dalam jajaran elit Best Advisor in Asia itu juga
menyebut, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) negara-negara Arab bakal turun tangan jika Habib Kribo tidak segera mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya.

Semula, banyak warganet meminta agar video Habib Kribo disebar luaskan di Arab Saudi. Namun dirinya menolak saran tersebut mengingat hubungan Indonesia dengan negara Arab yang harus tetap terjalin dengan baik. Sehingga dirinya tetap mendesak agar Habib Kribo meminta maaf secara umum ke masyarakat Arab.

Sekalipun nantinya harus ditempuh proses hukum lanjut Anis Prince Dache, proses tersebut tidak akan diambil lewat kepolisian melainkan lewat mekanisme diplomatik yang ada yakni lewat Kementerian Luar Negeri di berapa negara Arab yang nanti memproses lewat duta besar di Indonesia sesuai protokol diplomatik antarnegara.