Keterangan Lengkap Kemenkes Soal Vaksin Booster

0
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. (Foto:Pelopor.id/Kemenkes)

Pelopor.id – Kementerian Kesehatan RI mengatakan, bahwa metode distribusi vaksin penguat (booster) atau dosis ketiga sama dengan metode yang berlaku saat ini kepada sekitar 21 juta masyarakat.

“Untuk pola distribusinya mengikuti proses yang ada saat ini,” tutur Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi yang di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

Siti Nadia menyebut, distribusi dilakukan oleh PT Bio Farma. Produksi vaksin, dilakukan setelah produk tersebut mendapat izin edar penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam hal ini, Bio Farma mendistribusikan produk vaksin dengan armada khusus yang mampu menjaga suhu ideal rantai dingin, yakni 2-8 derajat Celcius menuju fasilitas penyimpanan vaksin khusus di masing-masing provinsi.

Vaksin sendiri, merupakan produk biologis yang mudah rusak jika dibiarkan pada suhu tertentu. Oleh sebab itu, dalam mendistribusikan dan menyimpannya pun butuh fasilitas khusus.

Setelah itu, yang melanjutkan proses distribusi hingga ke lokasi penyuntikan para peserta adalah pemerintah daerah setempat dengan menggunakan boks dingin yang dapat mempertahankan suhu 2-8 derajat celcius.

Vaksinasi booster lanjut Nadia, ideal diberikan dengan interval enam bulan sejak suntikan dosis lengkap vaksin primer. Saat ini, tegas Nadia Pemerintah masih menunggu petunjuk pelaksanaan teknis penyuntikan termasuk takaran dosis yang diberikan. Petunjuk teknis itu sendiri berdasarkan hasil uji klinik dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Pelaksanaan vaksinasi  booster  dimulai di kabupaten/kota dengan kriteria 70 persen terpenuhi dosis 1 untuk seluruh masyarakat sasaran dan 60 persen lansia.

Nadia memastikan jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster aman bagi masyarakat lantaran telah melalui uji klinik. []