Muhadjir Effendy Tegaskan Lima Program yang Perlu Perhatian Lebih

0
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pimpin apel di halaman Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (3/1/2022). (Foto: Pelopor.id/Kemenko PMK)

Pelopor.id | Mengawali hari kerja di tahun 2022, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memimpin kegiatan apel dan doa bersama lintas agama yang dilaksanakan oleh seluruh pegawai Kemenko PMK di halaman Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Dalam arahannya, Muhadjir sebagai pembina apel menyampaikan bahwa tahun yang baru ini harus diawali dengan penuh semangat dan disertai target mencapai prestasi yang lebih baik. Sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kemenko PMK yaitu koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian (KSP).

“Saya ingin tahun 2022 ini ada peningkatan kinerja yang cukup signifikan di lingkungan Kemenko PMK. Saya mohon ada tekad kita semua untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ucap Muhadjir.

Menko PMK menyebutkan sejumlah program dan isu strategis di bidang PMK yang perlu mendapat perhatian lebih di tahun ini. Antara lain penanganan stunting, pengurangan kemiskinan ekstrem, revitalisasi vokasi, menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) di tingkat SD/sederajat sampai tingkat perguruan tinggi.

Meski demikian, kata Muhadjir, bukan berarti bidang-bidang lain bisa dikesampingkan, apalagi kasus-kasus yang bersifat emergency atau gawat darurat. Misalnya, kasus kekerasan dan tindak asusila, terutama yang terjadi pada anak dan perempuan.

“Untuk penanganan bencana juga. Karena kita ini negara yang berada dalam cincin api atau ring of fire, kita harus betul-betul tanggap dengan cekatan dan segera mencari penyelesaian di lapangan setiap kali ada bencana,” pungkasnya. []

Baca juga: Muhadjir Effendy: Mestinya Puskesmas di Kepulauan Seribu Punya Ruang Rawat Inap