Pelopor.id | Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengapresiasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Seluruh Dunia dari 60 negara yang telah menyatakan tekad membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mendunia lewat peran para pelajar yang sedang menuntut ilmu di luar negeri.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, didampingi Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim di Jakarta, Senin (15/11/2021), menerima kedatangan perwakilan PPI Dunia. Pertemuan itu dalam rangka membangun sinergi antara KemenKopUKM dan PPI Dunia dalam Pengembangan UMKM Indonesia masuk pasar global.
“Kami menyambut baik tekad PPI Dunia yang ingin bersinergi dengan kami terkait pengembangan koperasi dan UKM di pasar global,” kata Teten Masduki.
Baca juga: Teten Masduki Minta Bank Ubah Cara Pandang Penyaluran Kredit UMKM dari Agunan ke Kelayakan Usaha
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa dalam waktu dekat, UMKM didorong untuk bersiap berkolaborasi dengan berbagai pihak, dengan diinkubasi terlebih dahulu, supaya mereka bisa naik kelas.
“Kebetulan ada beberapa negara yang tertarik dengan program tersebut, kita akan follow up, ada tiga pihak PPI Dunia, KemenKopUKM dan yang ada di luar negeri kita lakukan bisnis incubator. Kita akan mix di dalam negeri ada inkubasi yang terbaik dipilih, begitupun juga yang ada di luar negeri,” kata Arif.
Baca juga: Dukung Digitalisasi UMKM Bagi Pengusaha Wanita
Perwakilan PPI Dunia Faruq Ibnu Haqi turut membeberkan hasil pertemuan itu. “Target kami di PPI Dunia yang tersebar di 60 negara, besar harapan produk-produk UMKM luar biasa di Indonesia bisa kita tarik ke luar negeri, ini potensi yang luar biasa, ini ditangkap langsung dan ini sejalan,” ungkapnya.
Pengembangan SDM dan inkubator terkait industri kreatif dan UMKM menjadi salah satu program unggulan yang akan disinergikan dengan KemenKopUKM. “Alhamdulilah hasil pertemuan luar biasa, dan ini yang akan diakselerasikan kedepannya dan akan kita follow up langsung dengan kegiatan yang bertaraf internasional,” ujar Faruq.
Dalam waktu dekat, produk kreatif UMKM yang telah terkurasi rencananya mulai dikoneksikan dengan pasar di 60 negara. []












