Mengenal Tiga Desa Wisata Wakil Indonesia di Ajang UNWTO

0
Mengenal Tiga Desa Wisata Wakil Indonesia di Ajang UNWTO. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

Pelopor.id – Badan PBB yang menangani masalah pariwisata dunia UNWTO, menyelenggarakan program Best Tourism Villages yang menawarkan negara-negara anggotanya untuk berpartisipasi dan mengirimkan aplikasi maksimal 3 desa wisata tahun ini.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui akun media sosialnya menjelaskan, program tersebut, diperuntukkan bagi desa wisata yang berkomitmen terhadap visi pariwisata inklusif dan berkelanjutan, perlindungan terhadap alam dan budaya, inovasi dan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan masyarakat dan pengunjung, hingga nilai kelokalan seperti gastronomi dan kerajinan lokal.

Keuntungan dari Desa wisata yang lolos seleksi dan evaluasi UNWTO adalah, desa wisata tersebut akan memperoleh UNWTO Best Tourism Villages Label, dimana desa wisata bisa mendapatkan pengakuan internasional sebagai suatu contoh praktik terbaik destinasi wisata pedesaan.

Meski demikian, desa wisata yang tidak lolos kategori Label itu, juga tidak perlu berkecil hati lantaran akan dipilih UNWTO untuk masuk dalam “UNWTO Best Tourism Villages Update Programme”.

Pengumuman pemenangnya akan dilakukan saat UNWTO General Assembly ke-24 tanggal 30 November – 1 Desember 2021. Adapun desa yang mewakili Indonesia untuk mengikuti program Best Tourism Village dari UNWTO:

1. Desa Wisata Nglanggeran

Desa Wisata Nglanggeran
Desa Wisata Nglanggeran. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

Nglanggeran adalah sebuah desa yang terletak di Gunungkidul, Yogyakarta. Desa ini dikelola sebagai Geopark Gunung Sewu dan pada 2015 berhasil masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Desa Wisata Nglanggeran berhasil memenuhi konsep pengembangan kawasan dengan menerapkan 3 unsur utama yaitu Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga bisa tetap menjaga dan melestarikan alam, budaya serta kehidupan di dalamnya.

2. Desa Wisata Tetebatu

Tetebatu
Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Tetebatu adalah desa wisata yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) persisnya dibawah gunung Rinjani. Dari Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Ada dua air terjun di Tetebatu, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Ada juga “Hutan Monyet” dimana kita bisa melihat monyet hitam yang merupakan satwa asli Tetebatu. Tak ketinggalan, wisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang terbuat dari bahan kayu dan kulit onta.

3. Desa Wisata Wae Rebo

Wae Rebo
Desa Wae Rebo. (Foto: Pelopor.id/Shutterstock/Sutiwat Jutiamornloes)

Wae Rebo merupakan desa adat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Kampung Wae Rebo berusia lebih dari seribu tahun yang letaknya bersembunyi di kaki rimba Poco Roko, hutan lebat di atas wilayah Satarmese. Nama Wae Rebo menjadi terkenal sejak meraih penghargaan UNESCO pada tahun 2012. []