Jenis Doping yang Sering Ditemukan WADA dalam Event Internasional

0
Ilustrasi doping
Ilustrasi doping. (Foto:Pelopor.id/iStock)

Pelopor.id – Sanksi tegas dan keras diberikan tanpa pandang bulu oleh Organisasi Anti Doping Dunia (WADA) bagi atlet yang terlibat skandal doping. Namun, sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada atlet, tetapi juga berdampak ke induk organisasi olahraga dan negaranya sekalipun.

Doping sendiri adalah adalah zat terlarang yang dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performa. Dikutip dari BBC, doping adalah Performance Enhancing Drugs (PED) yaitu jenis obat-obatan yang dikonsumsi atlet untuk meningkatkan kinerja atletik mereka dalam pertandingan olahraga.

Berikut jenis doping atau zat terlarang yang berhasil diungkap WADA dalam berbagai event internasional.

1. Steroid

Steroid anabolik adalah obat yang mengandung testosteron. Yaitu hormon yang diproduksi testis pria dan ovarium wanita. Steroid bisa meningkatkan ukuran dan pertumbuhan otot, memungkinkan seorang atlet untuk bisa berlatih lebih keras, serta mempercepat pemulihan pascacedera. Tetapi, penggunaan zat tersebut bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan peningkatan agresi.

2. Blood Doping

Blood Doping atau Doping Darah bisa dengan cara autologous, yakni mentransfusikan darah sendiri dari darah yang telah disimpan atau dibekukan. Sebelumnya, atlet akan mengambil darahnya sendiri beberapa bulan sebelum kompetisi, hanya untuk ditransfusikan kembali ke sendiri saat sebelum kompetisi.

Hal tersebut, untuk meningkatkan volume darah dan jumlah oksigen dalam darah itu selama kompetisi. Sebab, oksigen menjadi salah satu nutrisi dasar untuk semua sel, karenanya peningkatan pengiriman oksigen ke jaringan dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja atlet.

3. Insulin

Doping Insulin, biasanya digunakan atlet saat menghadapi kompetisi cabang olahraga yang butuh daya tahan tinggi. Insulin tersebut, berfungsi meningkatkan penyerapan glukosa dalam otot. Juga membantu pembentukan dan penyimpanan glikogen otot.

4. Diuretik

Diuretik berguna untuk menurunkan berat badan di cabang olahraga tertentu. Obat ini, berfungsi menyamarkan deteksi zat doping terlarang lainnya. Jenis diuretik yang sering digunakan adalah furosemide, bendroflumethiazide dan metolazone.

5. Eritropoietin

Eritropoietin adalah jenis doping suntik. Sebenarya, obat ini adalah hormon peptida yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. Penyuntikan Eritropoietin bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi sel darah merah dan kapasitas aerobik atlet.

6. CERA

Continuous Erythropoiesis Receptor Activator atau CERA, merupakan turunan generasi ketiga dari Eritropoietin . CERA, dipakai untuk meningkatkan kapasitas pembawa oksigen demi meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan. []