Syahrul Yasin Limpo: 2 Tahun Saya Jadi Menteri Tidak Pernah Impor Beras

- Editor

Rabu, 28 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Pelopor.id/Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Pelopor.id/Kementan)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Indonesia tidak pernah impor beras dalam kurun 2 tahun dirinya menjadi Menteri Pertanian.

Hal ini ia sampaikan saat menggelar Rapat Percepatan Penyerapan KUR Sektor Pertanian bersama para kepala daerah Provinsi Maluku yang digelar secara virtual di ruang Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

“Kita tau dalam 2 tahun saya jadi menteri tidak ada impor beras, Pak, Bu,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id Rabu, 28 Juli 2021.

“Yang penting itu konsepsinya harus jelas, Pak Gubernur dan Pak Bupati. Harus berskala ekonomi dan berkelanjutan. Minimal 1 hektare itu bisa 7 ton. Karena itu mainkan terus KUR di wilayah kerja masing-masing.”

Mentan Syahrul menjelaskan, Indonesia tidak impor beras selama 2 tahun belakangan ini lantaran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti meningkatkan produktivitas pangan lokal. Oleh sebab itu, Mentan mengajak para kepala daerah memperkuat penyerapan KUR pertanian secara masif dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkait hal ini, Mentan mencontohkan penyerapan KUR di Provinsi Maluku yang menurutnya sejauh ini sudah berjalan dengan baik, dimana terjadi peningkatan daya serap antara pelaku usaha dengan gabungan kelompok tani. Karena itu, Maluku bisa menjadi contoh dalam melakukan percepatan dan penyerapan.

“Yang penting itu konsepsinya harus jelas, Pak Gubernur dan Pak Bupati. Harus berskala ekonomi dan berkelanjutan. Minimal 1 hektare itu bisa 7 ton. Karena itu mainkan terus KUR di wilayah kerja masing-masing,” tegas Mentan.

Mentan menegaskan, program KUR sudah terbukti memiliki keuntungan besar yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Misalnya, dari total luas tanam 1 hektar, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp10 juta sampai Rp15 juta dalam sekali panen.

Baca Juga :   Infografis Patokan Harga Bahan Pokok Jumat 25 Juni 2021

“Penghasilan sebesar itu diluar pengeluaran lain seperti makan, minum dan lain-lain. Jadi saya bisa pastikan 10 juta itu penghasilan bersih. Kenapa? karena dengan KUR akselerasinya lebih kuat dan lebih cepat,” sebutnya.

Kedepannya, Mentan berjanji akan menambah alokasi tambahan dana KUR Maluku menjadi kurang lebih 1 triliun.

“Saya mau Maluku tidak lagi tergantung dengan daerah lain. saya mau Maluku jadi lumbung pangan nasional,” ucapnya.

Sementara Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dalam kesempatan yang sama menyampaikan terimakasih atas perhatian besar jajaran Kementan terhadap sektor pertanian di Provinsi Maluku. Barnabas yakin, program tersebut bermanfaat bagi masyarakat Maluku.

“Saya kira program Pak menteri ini sangat bagus sekali. Terutama dalam mempercepat penyerapan KUR di provinsi kami. Saya yakin kalau petani kita sudah maju, Indonesia juga pasti maju,” tegasnya.

Selanjutnya, Bupati Buru, Ramly Umasugi yang mengapresiasi respon cepat jajaran Kementan terhadap perkembangan sektor pertanian di Maluku, khususnya di Kabupaten Buru. Menurutnya, kementan memiliki jasa besar terhadap peningkatan produksi yang ada lantaran selama ini terus memberi dukungan dengan bantuan alsintan.

“Saya mengucapkam terimakasih atas respon kementan yang telah darang ke Kabupaten Buru untuk panen raya beberapa waktu lalu. Bukan hanya itu saja, kami diberi bantuan alsintan yang sangat membantu petani di Buru. Sekali lagi terimakasih Kementan,” sebutnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lomba Desa Wisata Nusantara dan Lomba Literasi Budaya Desa Tahun 2024
Gandeng Damkar Bantaeng, Huadi Group Gelar Latihan Tanggap Darurat
Didukung Huadi Group dan Pemda Bantaeng, Taekwondo Optimis Raih Medali
AHY di WWF 2024: Masyarakat Dunia Harus Atasi Kelangkaan Lahan dan Air
Warga Bantaeng Akui Gerak Cepat Huadi Group dan Kodim 1410 Lewat Program RTLH
Huadi Group Berbagi Berkah Tiap Jumat, Jemaah Masjid: Alhamdulillah
Kata Adang Daradjatun Soal Sindikat Penjualan Narkoba dalam Kemasan Makanan
Bantu Korban Kebakaran di Sinoa, Huadi Group Salurkan Bantuan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:55 WIB

We The Fest 2024 Edisi Anniversary Siap Digelar di GBK Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 23:12 WIB

Satu-satunya di Asia Tenggara, Neck Deep Bakal Manggung di The Sounds Project 7

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:35 WIB

Emma Elliot Manggung Bareng Vagetoz dan Sun Of Monday di Swag Event

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:54 WIB

Solois Asal Madiun, Daniel Rumbekwan Rilis Single Lagu Populer Jawa

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:14 WIB

Bless The Knights Perkenalkan Single Agathos Saat Tur Sulawesi Selatan

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:22 WIB

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Manggung di Pestapora 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 16:36 WIB

Djakarta Warehouse Project 2024 Bakal Hadir di 13, 14, dan 15 Desember

Jumat, 28 Juni 2024 - 03:27 WIB

Other Side, Mini Album Solo Matheo In Rio Resmi Dirilis

Berita Terbaru